KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

Ekonomi | inews | Kamis, 28 Mei 2026 - 19:12
share

JAKARTA, iNews.id - Warung Asep di kawasan Bintaro, Kecamatan Pesanggarahan, Jakarta Selatan, masih melayani pelanggan hingga larut malam. Sejumlah mahasiswa Institut Pariwisata (IP) Trisakti masih memenuhi bangku-bangku di warmindo tersebut sambil menikmati hidangan.

Pemilik Warung Asep, Utayana atau akrab disapa Asep, mengaku sudah berjualan sejak 1996. Sebelum menetap di lokasi sekarang, dia beberapa kali berpindah tempat.

Awalnya, Asep merintis usaha di kawasan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan pada 1992. Dua tahun berselang atau pada 1994, dia memindahkan usahanya ke Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sebelum akhirnya menetap di Bintaro hingga kini.

Pemilik Warung Asep, Utayana alias Asep, menyeduh kopi untuk dihidangkan ke pelanggan. (Foto: Rizky Agustian)

“(Buka Warung Asep) di Bintaro sini masih bujangan, dari tahun 1996. Cuma udah tiga kali pindah geser-geser gitu,” kata Asep saat ditemui iNews.id pada Selasa (26/5/2026).

Namun perjalanan usahanya tak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 sempat membuat kondisi usaha menurun drastis. 

Di saat bersamaan, Asep juga harus memindahkan lokasi warungnya dan menanggung biaya pendidikan anak-anaknya. “Waktu Covid-19 memang ngedrop usaha,” ujarnya.

Asep mengaku sempat kesulitan memenuhi kebutuhan usaha dan keluarga. Dua dari tiga anaknya kala itu masih menjalani pendidikan di pondok pesantren, sementara kondisi keuangan warung sedang tidak stabil.

“Saya jujur tidak bisa bayar cicilan waktu itu,” katanya.

Bangkit Lewat KUR BRI

Di tengah kondisi tersebut, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi salah satu penopang agar usahanya tetap berjalan. Asep mulai mengenal layanan BRI sejak 2017 setelah membandingkan cicilan pinjaman bank lain.

“Ternyata saya pinjaman di BPR Rp50 juta cicilan sekian. Terus nanya di BRI dengan nominal yang sama ternyata cicilan per bulan lebih rendah,” ujarnya.

Di bank itu, Asep mengaku mengambil pinjaman umum sebesar Rp50 juta dengan tenor tiga tahun. Setelah mengetahui adanya program KUR, Asep kemudian melunasi pinjaman sebelumnya dan beralih menggunakan KUR BRI.

Dana KUR BRI kemudian digunakan untuk menopang operasional usaha. Pinjaman KUR lalu diajukan kembali dengan nominal yang sama pada 2021 dan digunakan untuk membangun kembali warungnya.

Menurut dia, keberadaan KUR BRI membantu dirinya memulai usaha kembali dari nol setelah kondisi usaha sempat terpukul akibat pandemi.

“Dengan cicilan yang relatif kecil, rendah, itu membantu banget. Terputar modal,” katanya.

Asep mengaku bahagia Warung Asep kembali berjalan normal di lokasi barunya. Dia mengatakan hasil usaha tersebut menjadi penopang utama pendidikan ketiga anaknya.

Anak pertamanya telah lulus sarjana hukum pada 2024, sementara anak kedua kini tengah menyelesaikan kuliah dan bersiap wisuda pada Oktober 2026.

“Alhamdulillah yang pertama udah wisuda S1, yang kedua juga sekarang udah semester akhir,” ujarnya.

Selain KUR, Asep juga menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI sebagai metode alternatif pembayaran pelanggan. Menurut dia, transaksi digital kini menjadi kebutuhan utama karena mayoritas pelanggannya merupakan mahasiswa dan anak muda yang jarang membawa uang tunai.

QRIS BRI sebagai metode alternatif pembayaran di Warung Asep. (Foto: Rizky Agustian)

Dia mengaku penggunaan QRIS memudahkan transaksi karena pelanggan bisa langsung membayar tanpa harus mencari uang tunai atau menunggu kembalian.

“Kalau ada QRIS kan ya langsung. Gak punya cash juga bisa langsung makan, langsung bayar,” ujarnya.

Meski usahanya mulai kembali stabil, Asep mengaku masih membutuhkan tambahan modal untuk kebutuhan kontrakan dan biaya pendidikan anak-anaknya. Karena itu, dia berencana kembali mengajukan KUR BRI dalam waktu dekat.

“Mungkin September udah ngajuin lagi pinjaman KUR,” katanya.

Jadi Tempat Nongkrong Langganan Mahasiswa

Warung Asep sejak lama dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong mahasiswa dan anak muda di kawasan Bintaro. Salah satu pelanggan, Zidan, mengaku sudah sering datang ke Warung Asep sejak masih duduk di bangku sekolah.

“Nongkrong di sini dari zaman sekolah,” kata Zidan.

Dia bahkan sempat merasakan suasana Warung Asep sebelum pindah ke lokasi sekarang dan direnovasi. Menurutnya, kondisi warung saat ini jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.

“Menurut saya pribadi lebih bagus yang sekarang, karena sudah full renovasi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan keberadaan QRIS BRI membuat transaksi di Warung Asep semakin praktis bagi pelanggan. Dia mengaku kini jarang membawa uang tunai saat nongkrong ataupun memesan makanan dan minuman di Warung Asep.

“Lumayan sangat membantu sih, salah satu cara efektif karena semua sudah era digital,” ujarnya.

KUR BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Dorong UMKM Naik Kelas

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menyatakan BRI terus berkomitmen menguatkan fondasi ekonomi kerakyatan melalui penyaluran pembiayaan. Upaya ini dilakukan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun hingga April 2026. Jumlah itu disalurkan kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI pun senantiasa menyalurkan KUR dengan memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Akhmad, Kamis (28/5/2026).

Dia mengatakan penyaluran KUR BRI diarahkan untuk mendorong pelaku usaha berkembang seiring dengan meningkatnya akses permodalan. Tercatat, sejumlah debitur mampu memperluas usaha dan meningkatkan kapasitas bisnis.

Capaian tersebut terlihat dari jumlah debitur yang berhasil naik kelas, yakni sebanyak 307.000 debitur atau 31,96 persen dari target 962.000 debitur.

Topik Menarik