Selat Hormuz Memanas! AS Gempur Target Iran di Tengah Negosiasi Damai

Selat Hormuz Memanas! AS Gempur Target Iran di Tengah Negosiasi Damai

Terkini | inews | Selasa, 26 Mei 2026 - 20:58
share

TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia setelah operasi militer terbaru terjadi di sekitar Selat Hormuz pada Senin (25/5/2026). Serangan tersebut menyasar lokasi peluncuran rudal hingga kapal-kapal yang diduga terlibat aktivitas militer Iran.

Insiden itu terjadi di tengah proses negosiasi damai antara Washington dan Teheran yang masih berlangsung melalui mediasi di Qatar. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah serta ancaman terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai permanen.

Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom menyatakan operasi dilakukan sebagai langkah pertahanan diri guna melindungi personel dan aset militer AS di kawasan Teluk.

Target serangan disebut mencakup kapal-kapal kecil Iran yang diduga tengah memasang ranjau laut di jalur strategis Selat Hormuz serta beberapa lokasi peluncuran rudal di wilayah selatan Iran.

Operasi militer tersebut langsung menarik perhatian internasional karena berlangsung bersamaan dengan jalannya diplomasi antara kedua negara. Sejumlah pengamat menilai aksi itu berpotensi memperumit upaya perdamaian yang sedang dinegosiasikan.

Juru bicara Centcom, Kapten Tim Hawkins, mengatakan militer AS tetap berupaya melindungi pasukannya sambil menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik besar.

Menurutnya, operasi dilakukan di sekitar Bandar Abbas, kota pelabuhan penting di selatan Iran yang juga menjadi basis angkatan laut Iran di kawasan Selat Hormuz.

Media Pemerintah Iran sebelumnya melaporkan adanya penyelidikan setelah warga mendengar suara ledakan di wilayah Bandar Abbas.

Selain menyerang kapal kecil milik Garda Revolusi Iran atau IRGC, militer AS juga menghantam sejumlah lokasi peluncuran rudal permukaan ke udara yang dinilai dapat mengancam operasi udara dan kapal perang Amerika di kawasan.

Centcom menegaskan seluruh operasi dilakukan secara terbatas dan tetap bersifat defensif.

Topik Menarik