Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya yang Benar,  Niat dan Amalannya

Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya yang Benar, Niat dan Amalannya

Nasional | inews | Selasa, 26 Mei 2026 - 20:04
share

JAKARTA, iNews.id - Tata cara sholat Idul Adha 2026 yang benar lengkap dengan bacaan niat serta zikir di sela-sela takbir menjadi panduan penting yang wajib diketahui oleh umat Islam menjelang Lebaran Kurban. Ibadah sunah muakkad yang ditunaikan setiap tanggal 10 Dzulhijjah ini sangat dianjurkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Tahun ini, umat Islam di Indonesia akan serentak menjalankan sholat Idul Adha. Pemerintah sebagaimana dalam sidang isbat menetapkan, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Hukum Sholat Idul Adha

Para ulama sepakat bahwa hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan untuk dikerjakan setiap umat Islam. Sebab, ibadah sunnah tersebut menjadi salah satu syi'ar keagamaan (syi'ar min sya'air al-Islam). 

Disyariatkannya sholat Idul Adha ini antara lain berdasarkan hadits berikut:

"Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata bahwa orang-orang Jahiliyah punya dua hari dalam satu tahun dan merayakannya dengaan main-main. Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Nabi SAW bersabda: Dahulu kalian punya dua hari untuk merayakannya, lalu Allah menggantinya bagi kalian yang lebih baik, yaitu Hari Fithri dan hari Adha". (HR An Nasai). 

Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat MA menjelaskan, sholat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan lebih siang dibandingkan shalat Idul Fitri. Dasarnya adalah hadits Nabi SAW :

أنَّ رَسُول اللَّهِ كَتَبَ إِلَى بَعْضِ الصَّحَابَةِ : أَنْ يُقَدِّمَ صَلاَةَ الأْضْحَى وَيُؤَخِّرَ صَلاَةَ الْفِطْرِ

Artinya: Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada beberapa shahabatnya untuk memajukan waktu shalat Adha dan mengakhirkan waktu shalat fithr. (HR. Asy-Syafi'i).

Sebelum shalat Idul Adha, sunnah untuk tidak makan terlebih dulu. Hal ini berbeda dengan sholat Idul Fitri yang dianjurkan untuk makan sejak subuh hingga selesai shalat. Baru setelah itu disunnahkan makan, yaitu makan daging sembelihan.

Sholat Idul Adha dikerjakan dengan dua rakaat. Pada rakaat pertama  membaca takbir 7 takbir kali dan di rakaat kedua membaca takbir 5 kali.

Sholat Idul Adha tidak diawali dengan azan dan iqomah melainkan dengan seruan asholaatul jaam'iah. Yakni seruan untuk melaksanakan sholat berjamaah yang dikumandangkan bilal.

Niat Sholat Idul Adha

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا /إِمَامًا) للهِ تَعَالَى

"Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta'aalaa"

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Idul Adha yang Benar

1. Membaca Niat 

Niat Sholat Idul Adha Imam dan Makmum

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا /إِمَامًا) للهِ تَعَالَى

"Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta'aalaa"

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

2. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

3. Membaca Doa Iftitah

4. Membaca takbir 7 (tujuh) kali sambil membaca tasbih:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

5. Membaca surah al-Fatihah

6. Setelah fatihah rakaat pertama disunahkan membaca Surat Qaf atau surat al-A’la pada rakaat pertama.

7. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

8. Pada rakaat kedua, mengucapkan takbir 5 (lima) kali dan disunnahkan membaca tasbih:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

9. Membaca Surah al-Fatihah

10. Diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran disunahkan membaca Surat Al Ghasyiah.

11. Ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.

12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

13. Khutbah tidak perlu panjang, cukup memenuhi rukunnya: baca Alhamdulillah, Shalawat, baca Ayat al-qur’an, wasiat Taqwa dan berdoa memohon ampunan. Demikian pula khutbah kedua.

Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha

1. Mandi

Amalan sunnah Idul Fitri pertama yakni mandi sebelum berangkat ke tempat shalat Idul Fithri. Mandi sunnah ini dimulai sejak tengah malam hingga subuh. 

Dasarnya adalah atsar yang dilakukan oleh Umar radhiyallahuanhu.

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Bahwa Abdullah Ibnu Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu mandi pada hari raya fitri sebelum berangkat shalat.

Dasar ini memang tidak langsung dari Rasulullah SAW, namun dari praktek shahabat Nabi. Namun Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengomentari bahwa atsar di atas adalah atsar yang shahih, sebagaimana tercantum dalam kitab beliau, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab.

Sedangkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada dua hari raya, oleh sebagian ulama dikatakan sebagai hadits yang lemah.

عَنِ ابْنِ عَباَّسٍ قاَلَ:كَانَ رَسُولُ اللهِ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fithri dan Idul Adha. (HR. Ibnu Hibban)

2. Memakai Wewangian

Disunnahkan bagi yang melakukan shalat Ied untuk memakai parfum dan wewangian. Salah satu hikmah karena akan bertemu dengan khalayak banyak dalam kesempatan itu.

3. Berpakaian Terbaik

Disunnahkan untuk mengenakan pakaian terbaik di hari Raya, khususnya pada saat datang ke tempat shalat.

كَانَ لِلنَّبِيِّ جُبَّة يَلْبَسُهَا فيِ العِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ

Dari Jabir radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW memiliki jubah yang dikenakannya pada saat dua hari raya dan hari Jumat. (HR. Al-Baihaqi).

4. Tidak Makan Sebelum Shalat

Disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. 

5. Bertakbir

Disunnahkan buat orang yang melaksanakan shalat Idul Idul Adha untuk bertakbir. Masyru'iyahnya ada pada Al-Quran Al-Karim.

Selain itu juga ada masyru'iyah dari sunnah nabawiyah :

كَانَ النَّاسُ يُكَبِّرُونَ فيِ العِيْدِ حِينَ يَخْرُجُونَ مِنْ مَنَازِلِهمْ حَتَّى يَأْتُوا المـُصَلِّى وَحَتَّى يَخْرُجُ الإِمَامُ فَإِذَا خَرَجَ الإِماَمُ سَكَتُوا فَإِذَا كَبَّرَ كَبِّرُوا

Dahulu orang-orang bertakbir di hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga sampai di tempat shalat, sampai imam keluar, maka mereka pun diam. Bila imam bertakbir maka mereka pun bertakbir.

6. Beda Jalan Pergi dan Pulang

Disunnahkan untuk mengambil rute yang berbeda antara jalan pergi dan pulangnya.

7. Bertahniah

Disunnahkan untuk bertahniah pada hari Raya Idul Adha maupun Idul Fitri, karena keduanya merupakan hari yang dirayakan. 

Demikian pembahasan mengenai tata cara sholat Idul Adha, bacaan niat imam dan makmum beserta hukumnya.

Wallahu A'lam.

Topik Menarik