Tangisan Cesc Fabregas Pecah usai Como Lolos Liga Champions: Kami Memulai dari Nol!
COMO, iNews.id – Tangisan Cesc Fabregas pecah usai Como FC memastikan diri lolos ke Liga Champions 2026-2027. Pelatih asal Spanyol itu mengaku emosional karena klub yang pernah memulai dari nol kini berhasil menembus kompetisi elite Eropa.
Como mencetak sejarah setelah menghancurkan Cremonese 4-1 pada pekan terakhir Liga Italia 2025-2026. Kemenangan itu makin sempurna setelah AC Milan tumbang 1-2 dari Cagliari sehingga Como merebut posisi empat besar klasemen akhir.
Keberhasilan tersebut terasa luar biasa karena Como baru promosi dari Serie B dua tahun lalu. Kini, klub kecil asal Italia itu justru akan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Fabregas mengaku sudah memiliki firasat timnya mampu lolos ke Liga Champions sebelum laga penting melawan Parma beberapa pekan lalu. Dia bahkan memberi motivasi unik kepada para pemainnya.
Bantu Indonesia Hajar Aljazair 5-0, Raymond/Joaquin Tambah Percaya Diri di Piala Thomas 2026
“Dalam hidup saya, bahkan saat melakukan pergantian pemain, saya selalu punya perasaan terhadap sesuatu. Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa dengan dua kemenangan kami akan berada di Liga Champions,” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal tersebut lalu memperlihatkan video balap sepeda kepada para pemain Como. Video itu menampilkan seorang pembalap yang berada di posisi keenam sebelum akhirnya menyalip semua rival pada sprint terakhir.
“Saya menunjukkan video pembalap sepeda yang berada di posisi keenam, lalu dia mengayuh lebih cepat di sprint terakhir dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini,” tuturnya.
Fabregas Kenang Como yang Pernah Tak Punya Tempat Latihan
Fabregas juga mengenang masa awal datang ke Como saat klub tersebut masih berada di Serie B. Dia menyebut fasilitas Como saat itu sangat minim hingga tim tidak memiliki pusat latihan sendiri.
“Saat saya datang empat tahun lalu sebagai pemain, kami bahkan tidak punya tempat latihan. Kami melakukan pijat pemain di meja belakang sebuah bar. Sekarang kami berada di Liga Champions,” katanya.
Pelatih berusia 39 tahun tersebut merasa pencapaian Como sangat spesial karena mayoritas pemainnya masih sangat muda. Dia menyebut ada 15 pemain Como yang berusia di bawah 23 tahun.
“Ini pencapaian luar biasa karena cara kami melakukannya. Tim ini dipenuhi anak-anak muda. Mereka selalu ingin berkembang dan menaikkan level di waktu yang tepat,” ungkap Fabregas.
Fabregas juga menyebut pengalaman membangun Como membuat dirinya berkembang pesat sebagai pelatih. Dia merasa seperti belajar sepak bola setiap hari selama menangani klub tersebut.
“Saya berkembang sangat banyak dari pengalaman ini. Rasanya seperti pergi ke universitas sepak bola setiap hari karena saya harus mengambil begitu banyak keputusan,” ucapnya.
Meski mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa, Fabregas menegaskan dirinya belum terburu-buru meninggalkan Como. Dia mengaku masih sangat bahagia dengan proyek yang sedang dibangun bersama klub tersebut.










