Korban Tewas Ledakan Tembang Batu Bara China Jadi 90 Orang, Xi Jinping Beri Instruksi Keras
BEIJING, iNews.id - Korban tewas akibat ledakan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China, bertambah menjadi 90 orang, demikian laporan stasiun televisi pemerintah CCTV.
Tambang meledak pada Jumat (22/5/2026) malam, awalnya korban tewas yang dilaporkan delapan orang dan 30 lebih lainnya hilang. Namun saat ledakan terjadi, terdapat 247 pekerja di dalam tambang tersebut.
Laporan awal menunjukkan, kadar karbon monoksida (CO) di Tambang Batu Bara Liushenyu, Kota Changzhi, itu melebihi batas aman.
Pintu masuk tambang memiliki kemiringan curam sekitar 30 derajat. Kondisi tersebut mempersulit upaya pencarian dan penyelamatan.
Seluruh perlengkapan penyelamatan hanya bisa dibawa masuk dan keluar menggunakan kereta dorong.
Presiden China Xi Jinping memberikan respons keras. Dia menyerukan para petugas terkait untuk untuk tidak membuang-buang waktu dalam proses penyelamatan.
Dia juga memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan dan menyeret orang-orang yang bertanggung jawab untuk menjalani proses hukum.
Ratusan ribu orang di Provinsi Shanxi menambang sekitar 1,17 miliar metrik ton batu bara sepanjang 2025, hampir sepertiga dari total produksi batu bara China.










