Ini Isi Proposal Damai Terbaru AS untuk Iran, Bayar Ganti Rugi hingga Cabut Sanksi
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan menawarkan proposal damai terbaru kepada Iran, mencakup pembayaran ganti rugi perang hingga pencabutan sanksi secara bertahap.
Proposal itu juga memuat pencairan dana Iran yang dibekukan, pencabutan larangan ekspor minyak, hingga pembukaan kembali jalur maritim di Selat Hormuz.
Dalam proposal tersebut, AS disebut ingin segera mengakhiri perang dan menunda pembahasan sejumlah isu paling sensitif, termasuk soal pengayaan uranium Iran, agar kesepakatan awal bisa segera tercapai. Sebagai gantinya, Iran diminta berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Seorang jurnalis senior AS yang kini bekerja untuk ABC News, Alex Marquardt, mengungkap isi proposal tersebut melalui unggahan di media sosial X, Jumat (22/5/2026). Menurut
dia, proposal damai AS menawarkan konsesi ekonomi dalam jumlah besar kepada Iran.
5.997 Jamaah Haji RI yang Tiba di Madinah Didominasi Lansia, Kondisi Kesehatan Jadi Perhatian
Isi proposal mencakup dana ekonomi sebagai bentuk ganti rugi, pencabutan larangan ekspor minyak Iran, pencairan bertahap dana Iran yang dibekukan, serta pencabutan sanksi AS maupun sanksi internasional lainnya.
Marquardt menjelaskan, seluruh poin dalam proposal itu akan dijalankan secara bertahap dan mengacu pada 14 poin proposal yang sebelumnya diajukan Iran.
Dia menambahkan, penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran akan menjadi langkah awal menuju negosiasi kesepakatan damai final. Selain itu, Washington disebut sengaja menunda pembahasan beberapa isu paling rumit demi mempercepat penghentian perang.
“Perjanjian tersebut menunda keputusan tentang pengayaan nuklir dan pemindahan material (uranium) yang diperkaya hingga negosiasi akhir, sementara Iran akan berkomitmen untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir,” kata Marquardt, seperti dikutip Anadolu.
Proposal itu juga mengatur penghentian operasi militer kedua pihak, termasuk di Lebanon, serta komitmen untuk tidak saling mengancam menggunakan kekerasan.
Tak hanya itu, proposal damai tersebut memuat rencana rekonstruksi Iran yang akan didukung AS bersama negara-negara Teluk. Nilai bantuan rekonstruksi disebut akan dibahas lebih lanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.
Marquardt juga mengeklaim AS akan mencairkan dana ganti rugi kepada Iran secara bertahap selama proses negosiasi berlangsung.
Setelah kesepakatan damai final tercapai, AS disebut akan menetapkan jadwal pencabutan seluruh sanksi AS dan PBB, termasuk sanksi sekunder terhadap negara-negara yang menjalin hubungan bisnis dengan Iran.
Proposal tersebut turut menyerukan pencabutan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran.
Lalu lintas maritim di Selat Hormuz direncanakan dibuka kembali dalam waktu 30 hari, sementara pasukan AS di sekitar Iran akan ditarik dalam sebulan setelah kesepakatan ditandatangani.










