Terungkap, KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau di Stasiun Bekasi sebelum Tabrak KRL

Terungkap, KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau di Stasiun Bekasi sebelum Tabrak KRL

Terkini | inews | Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58
share

JAKARTA, iNews.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan kronologi kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Terungkap fakta bahwa masinis Argo Bromo Anggrek melaju karena mendapatkan aspek sinyal berwarna hijau, meski saat itu terdapat gangguan di lintasan.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan secara rinci garis waktu kejadian yang menunjukkan betapa singkatnya jeda waktu antara kecelakaan pertama yang melibatkan KRL dengan taksi Green SM dan tabrakan antar-kereta di stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa bermula pada pukul 20.45 WIB, ketika KRL 5568 A berangkat dari stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Sementara, sekitar pukul 20.48 WIB detik 13, KRL 5568 A proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur di jalur 1.

"Pukul 20.48.29 kejadian tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan bermotor roda empat (Taksi Green SM) di JPL Bekasi Timur jalur hilir," kata Soerjanto dalam penjelasannya.

Di saat yang hampir bersamaan, KA 5568A sedang melakukan proses naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Pada pukul 20.48.53, KA 5568A sempat bergerak maju hanya sejauh 1,69 meter.

"Jadi cuma pendek aja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu (tempat KRL tabrakan dengan taksi Green SM)," ujarnya.

Petaka terjadi beberapa menit kemudian. Pada pukul 20.50 detik 43, KA Argo Bromo Anggrek melintas langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi. KNKT menegaskan, saat itu sinyal keluar J12 menunjukkan aspek hijau, yang berarti kereta diizinkan melaju dengan kecepatan normal.

"Pada pukul 20.50.43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau," ujarnya.

Hanya berselang kurang dari dua menit kemudian, tepatnya pukul 20.52.12, tabrakan antara Argo Bromo Anggrek dengan bagian belakang KRL Commuter Line tidak terelakkan.

Temuan ini memicu respons dari Ketua Komisi V DPR Lasarus. Dia mempertanyakan mengapa sistem persinyalan memberikan lampu hijau kepada Argo Bromo Anggrek, padahal sedang ada kecelakaan taksi dengan KRL dan posisi KRL yang berhenti di stasiun Bekasi Timur.

"Berarti di situ kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia (Argo Bromo) bergerak?" kata Lasarus.

"Maka dia bergerak," jawab Ketua KNKT.

KNKT mencatat rentang waktu antara kecelakaan taksi dengan tabrakan sesama kereta sangat singkat, yakni hanya berjarak 3 menit 43 detik.

Topik Menarik