Di Creatorverse iNews Campus Connect UNS, Dosen Ingatkan Jangan Bergantung pada AI

Di Creatorverse iNews Campus Connect UNS, Dosen Ingatkan Jangan Bergantung pada AI

Teknologi | inews | Kamis, 21 Mei 2026 - 18:35
share

SURAKARTA, iNews.id – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin masif digunakan dalam industri kreatif, termasuk dunia konten digital. Namun, dosen Kriya Tekstil FSRD Universitas Sebelas Maret, Ratna Endah Santoso, mengingatkan mahasiswa dan konten kreator agar tidak terlalu bergantung pada teknologi AI dalam membuat karya.

Pesan tersebut disampaikan Ratna saat menjadi pembicara dalam sesi Creatorverse iNews Media Group Campus Connect di UNS Surakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Ratna, penggunaan AI memang memberikan banyak kemudahan bagi para kreator konten. Teknologi tersebut memungkinkan proses produksi karya menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

“Jadi kalau kita melihat peluang bahwa para konten kreator ini mempunyai peluang yang cukup banyak. Artinya bahwa mereka secara singkat bisa membuat karyanya lebih cepat dan lebih baik. Pastinya, karena ada AI di situ yang membantu bisa sebagai asisten,” kata Ratna.

Dia menilai AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu atau asisten dalam proses kreatif. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus dibarengi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas dari manusia itu sendiri.

Ratna mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI berpotensi mengurangi orisinalitas sebuah karya. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan baru di era digital, terutama bagi mahasiswa yang tengah belajar membangun identitas kreatif mereka.

“Namun ketika tantangan kita yang harus kita pikirkan lagi sekarang adalah ketika para konten kreator itu tergantung kepada AI, maka itu menjadi tantangan kita. Karena harapannya adalah tidak boleh adanya ketergantungan. Sehingga nantinya itu akan memberikan ide atau gagasan yang otentik,” ujarnya.

Menurut dia, hadirnya AI harus disikapi dengan peningkatan literasi digital dan edukasi penggunaan teknologi secara bijak. Konten kreator perlu memahami bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

Ratna menegaskan bahwa kreativitas, ide, dan sudut pandang personal tetap menjadi nilai utama dalam sebuah karya konten. Karena itu, AI sebaiknya digunakan hanya untuk mendukung proses kreatif, bukan menjadi sumber utama gagasan.

“Tantangan buat kita semua dalam menghadapi masuknya teknologi yang luar biasa seperti itu. Kemudian kalau implikasinya seperti apa? Implikasinya adalah perlunya literasi-literasi yang kita bisa menggunakan itu secara tepat, artinya secara bijak hanya sebagai asisten saja, jangan digunakan sebagai main brain kita,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan bahaya jika seseorang mulai terlalu mengandalkan AI dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berkarya. Menurut Ratna, kebiasaan menyerahkan segala hal kepada AI dapat mengurangi kemampuan berpikir dan kreativitas manusia.

“Itu bahaya, jadi nanti akhirnya akan dikit-dikit Mbah AI,” pungkasnya sambil berkelakar.

Melalui sesi Creatorverse tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kemampuan berpikir kreatif agar tetap mampu menghasilkan karya yang orisinal, autentik, dan memiliki nilai personal di tengah perkembangan AI yang semakin pesat.

Topik Menarik