Anak Muda dari 8 Negara Belajar Diplomasi Global di Maldives, Apa yang Dibahas?

Anak Muda dari 8 Negara Belajar Diplomasi Global di Maldives, Apa yang Dibahas?

Terkini | inews | Selasa, 19 Mei 2026 - 17:49
share

MALDIVES, iNews.id – Ratusan delegasi muda dari delapan negara berkumpul dalam forum internasional Asia World Model United Nations (AWMUN) XIV di Maldives pada 15–19 Mei 2026. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari praktik diplomasi global sekaligus membahas berbagai isu dunia yang tengah menjadi perhatian internasional.

Mengusung tema Tides of Tomorrow: Reimagining Global Leadership for a World in Peril”*, konferensi tersebut menghadirkan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan berbagai topik global, mulai dari penyebaran penyakit menular hingga perlindungan hak politik saat proses pemilu berlangsung.

Dalam forum tersebut, peserta dibagi ke dalam dua council utama. Council World Health Organization (WHO) membahas topik 'Preventing the Spread of Communicable Diseases in Public Places' untuk peserta usia 11–14 tahun. Sementara council United Nations Human Rights Council (UNHRC) mengangkat isu 'Fair Play: Protecting Political Rights and Preventing Arbitrary Detention During Electoral Processes' bagi peserta usia 15 tahun ke atas.

Sejumlah pejabat tinggi Maldives turut hadir sebagai pembicara utama, termasuk Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Maldives Abdulla Rafiu serta Menteri Luar Negeri Maldives Iruthisham Adam.

Menteri Abdulla Rafiu (Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Maldives). (Foto: Istimewa)

Dalam pidato Presiden Maldives yang dibacakan Abdulla Rafiu, generasi muda didorong untuk aktif mengambil peran dalam menghadapi tantangan global. Menurut dia, kepemimpinan di era modern harus dibangun melalui kerja sama dan kepedulian antarsesama.

"Jangan meremehkan kemampuan diri sendiri untuk menciptakan perubahan," kata Abdulla dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026). 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Maldives Iruthisham Adam menilai forum seperti AWMUN penting untuk membangun kemampuan negosiasi dan rasa saling percaya sejak usia muda. Menurutnya, kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan menjadi salah satu keterampilan penting di era keterbukaan informasi saat ini.

Ia juga menekankan bahwa diplomasi modern tidak hanya soal berbicara di forum internasional, tetapi juga kemampuan mendengarkan dengan empati dan membangun komunikasi lintas budaya.

Muhammad Fahrizal, Presiden International Global Network. (Foto: Istimewa)

Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan AWMUN bukan sekadar konferensi, melainkan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis di tingkat global.

Selain sesi diskusi dan simulasi diplomasi, para peserta juga mendapatkan pelatihan serta pendampingan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan public speaking, negosiasi, hingga penyusunan resolusi internasional.

Forum AWMUN sendiri telah terdaftar di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini juga dikenal sebagai salah satu ajang Model United Nations yang banyak diikuti pelajar dan mahasiswa di kawasan Asia.

Topik Menarik