Valentino Rossi Mulai Cemas! Ducati Tak Lagi Superior di MotoGP 2026

Valentino Rossi Mulai Cemas! Ducati Tak Lagi Superior di MotoGP 2026

Olahraga | inews | Minggu, 17 Mei 2026 - 07:30
share

BARCELONA, iNews.id - Valentino Rossi mulai merasa ancaman besar menghampiri Ducati di MotoGP 2026. Bos Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu menilai para rival kini berhasil memangkas jarak performa dan membuat persaingan musim ini jauh lebih liar dibanding tahun lalu.

MotoGP 2026 kini memasuki seri keenam. Para pembalap bersiap menjalani balapan sprint dan race utama di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, pada 16-17 Mei 2026.

Persaingan ketat langsung terlihat sejak sesi latihan bebas pertama hingga practice. Tidak ada pembalap yang benar-benar dominan di Catalunya. Alex Marquez dari Gresini Ducati menjadi yang tercepat di FP1, sedangkan Pedro Acosta dari Red Bull KTM tampil paling kencang pada sesi practice.

Situasi tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam peta persaingan MotoGP musim ini. Ducati yang sebelumnya begitu dominan kini mulai mendapat tekanan serius dari para rival.

Aprilia Racing dan Red Bull KTM menjadi dua pabrikan yang paling mencuri perhatian. Aprilia bahkan sukses merebut empat kemenangan balapan utama melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

Sementara Ducati baru meraih satu kemenangan race utama musim ini lewat Alex Marquez di Sirkuit Jerez pada 24 April lalu. Hasil itu membuat dominasi pabrikan asal Italia tersebut mulai dipertanyakan.

Marco Bezzecchi kini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 128 poin. Pembalap Italia itu unggul atas Jorge Martin dan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Rossi Akui Rival Ducati Makin Berbahaya

Rossi mengaku merasakan langsung perubahan besar persaingan MotoGP musim ini. Legenda yang dijuluki The Doctor itu menilai para rival Ducati berhasil meningkatkan performa motor secara signifikan.

"Perbedaan besar dibandingkan tahun lalu adalah Ducati memiliki keunggulan yang jelas, terutama di balapan awal. Namun sekarang, semua motor sangat mirip," kata Rossi dikutip dari Motosan, Sabtu (16/5/2026).

"Saya merasa bahwa semua orang telah membuat langkah besar ke depan dalam hal elektronik, terutama dalam respons gas dan di tikungan panjang. Bahkan motor lain pun lebih bersih dan lebih halus untuk dikendarai: seolah olah pabrikan lain telah mengejar ketertinggalan dengan Ducati dalam hal ini," sambungnya.

Masalah Ducati makin kompleks setelah performa duo Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, belum stabil. Situasi makin berat karena Marquez mengalami cedera dan harus absen dalam dua seri balapan.

Di tengah kondisi tersebut, Rossi justru memberi pujian besar kepada Fabio Di Giannantonio. Dia menilai pembalap asal Italia itu berkembang sangat pesat bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

"Kami sangat senang dengan pekerjaan yang telah kami lakukan bersama Di Giannantonio. Ketika kami memulai bersama, dia masih menunggang kuda tanpa pelana, dan tahun demi tahun kami telah tumbuh bersama, hingga melihatnya begitu kompetitif saat ini," tutur Rossi.

"Tentu saja, ada risiko bahwa dia mungkin pergi, dan kami akan sedih, tetapi kami bangga dengan kemajuan yang telah kami capai. Ke depannya, kami ingin mempertahankan setidaknya satu pembalap Italia di tim, karena tim kami selalu tumbuh bersama pembalap Italia. Ada beberapa pilihan, tetapi belum ada yang diputuskan," pungkasnya.

Topik Menarik