Kronologi 2 Warga Pemalang Tersambar Petir saat Tahlilan di Kuburan, 1 Tewas 1 Kritis

Kronologi 2 Warga Pemalang Tersambar Petir saat Tahlilan di Kuburan, 1 Tewas 1 Kritis

Nasional | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 01:24
share

PEMALANG, iNews.id – Hujan deras disertai petir di desa Sikentung, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menelan korban jiwa. Dua orang yang sedang berteduh di kompleks kuburan tersambar petir. Seorang di antaranya tewas dan korban lainnya kritis. 

“Korban meninggal dunia berinisial AR (42), sedangkan M (60) mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan medis,” ujar Kapolsek Petaruk, AKP Amroni dikutip dari iNews Pemalang, Kamis (14/5/2026).

Dia mengatakan, kejadian bermula ketika warga menggelar tahlilan di area TPU Dukuh Sikentung. Namun di tengah kegiatan berlangsung, cuaca mendadak berubah drastis.

Hujan deras disertai kilatan petir memaksa warga membubarkan diri dan mencari tempat berteduh. Saat itu, tiga warga yakni AR (42), M (60) dan Warsito (42) memilih berlindung di bangunan penyimpanan keranda yang berada di area pemakaman. Mereka berharap hujan segera reda sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Nahas, ketika ketiganya berada di lokasi tersebut, petir tiba-tiba menyambar bangunan dengan suara dentuman keras yang mengejutkan warga sekitar. Sambaran petir itu mengenai AR dan M, sedangkan Warsito berhasil selamat tanpa mengalami luka.

AR dilaporkan meninggal dunia di lokasi akibat luka serius di bagian telinga, sementara M mengalami luka pada bagian bibir dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siaga Medika untuk mendapatkan penanganan medis.

Jenazah korban meninggal dunia selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara korban luka masih menjalani perawatan intensif. Menyikapi kejadian itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat cuaca buruk melanda.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera mencari tempat perlindungan yang benar-benar aman dan permanen saat hujan turun. Hindari berteduh di bawah pohon atau tempat terbuka karena sangat berbahaya,” kata AKP Amroni.

Topik Menarik