Florentino Perez Buka Suara! Bongkar Alasan Pecat Xabi Alonso di Real Madrid
MADRID, iNews.id - Presiden Real Madrid Florentino Perez akhirnya buka suara setelah rentetan keputusan kontroversial di Santiago Bernabeu memicu kritik tajam. Dalam 12 bulan terakhir, Real Madrid tercatat berganti tiga pelatih dan berpotensi menambah satu nama lagi jika situasi Alvaro Arbeloa berubah pada musim panas ini.
Sorotan terbesar tertuju pada keputusan Perez memecat Xabi Alonso. Banyak pihak menilai langkah tersebut menjadi awal kemunduran Real Madrid setelah klub gagal meraih trofi besar dalam dua musim terakhir.
Perez sempat menggelar konferensi pers mendadak pada Selasa malam waktu setempat. Dia membela diri dari tudingan adanya krisis internal sekaligus menyebut ada “kampanye” yang menyerang dirinya dan Real Madrid.
Meski begitu, Perez menolak menjawab secara detail soal performa buruk Los Blancos dalam dua musim terakhir. Real Madrid diketahui gagal memenangkan gelar mayor selama periode tersebut.
Dalam wawancara lanjutan bersama La Sexta, Perez akhirnya menjelaskan alasan pemecatan Xabi Alonso. Dia menegaskan keputusan itu bukan sebuah kesalahan.
“Tidak. Itu masalah situasi. Semua bermula dari Piala Dunia Klub, kami tidak punya pramusim. Saat tidak memiliki pramusim, Anda akan menderita secara fisik. Kami berpikir dengan pergantian itu (pemecatan) kami bisa menyelesaikannya, tetapi itu hanya berlangsung sebentar, lalu mereka kembali runtuh,” kata Perez dikutip Diario AS.
Mourinho Kembali Masuk Radar
Di tengah situasi tersebut, nama Jose Mourinho kembali dikaitkan dengan Real Madrid. Pelatih Benfica itu disebut menjadi kandidat kuat pengganti Alvaro Arbeloa.
Rumor tersebut semakin menguat setelah muncul laporan yang menyebut Mourinho sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Real Madrid. Perez pun tidak menutup kekagumannya kepada pelatih asal Portugal tersebut.
“Saya menyukai semua pelatih. Mourinho pernah bersama kami dan dia meningkatkan daya saing kami. Setelah masanya di sini, kami memenangkan enam Liga Champions dalam sepuluh tahun,” ujarnya.
Mourinho dinilai cocok menangani kondisi ruang ganti Real Madrid yang disebut mulai kehilangan disiplin. Namun, Perez membantah adanya konflik serius antarpemain di skuad Los Blancos.
“Tidak. Mereka baik-baik saja. Pertengkaran dalam latihan selalu terjadi. Coba tanyakan ke klub mana pun. Bedanya, klub lain tidak memiliki itikad buruk dari kampanye yang terorganisasi seperti ini,” ucap Perez.
Perez juga mengungkap selama 26 tahun menjabat presiden klub, insiden pemain saling pukul di latihan selalu terjadi setiap musim. Meski begitu, Real Madrid tetap menjatuhkan denda kepada Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde setelah proses disipliner internal klub selesai dilakukan.










