Kasus Korupsi Minyak Mentah, 2 Terdakwa Divonis 6 Tahun Penjara
JAKARTA, iNews.id - Dua terdakwa kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina divonis bersalah. Keduanya sama-sama dijatuhi hukuman 6 tahun penjara.
Adapun, dua terdakwa yang dimaksud ialah Alfian Nasution selaku Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina tahun 2011-2015 dan Hanung Budya sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina tahun 2014.
"Menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa oleh karena itu masing-masing dengan pidana penjara selama enam tahun," kata Ketua Majelis Hakim, Adek Nurhadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/5/1026).
Selain itu, kedua terdakwa dijatuhi denda masing-masing sebesar Rp1 miliar subsider 160 hari kurungan.
Tuntutan Jaksa
Putusan pidana kurungan badan yang dijatuhkan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU sebelumnya menuntut Hanung dengan penjara 8 tahun dan Alfian 14 tahun.
Keduanya juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan badan.
Perbuatan para terdakwa disebut dilakukan dalam tiga tahapan, yakni pengadaan sewa terminal BBM oleh Pertamina, pemberian kompensasi jenis BBM khusus penugasan (JBKP) RON 90 pada 2022-2023 dan penjualan solar nonsubsidi pada 2020-2021.
Hakim menyebut para terdakwa meminta penunjukan langsung kepada PT Oiltanking Merak (OTM) dalam kerja sama sewa terminal BBM meski tidak memenuhi kriteria pengadaan.










