Peringatan Keras Cak Imin ke Penerima Bansos yang Terlibat Judol: Otomatis Dicoret!

Peringatan Keras Cak Imin ke Penerima Bansos yang Terlibat Judol: Otomatis Dicoret!

Berita Utama | inews | Selasa, 12 Mei 2026 - 15:28
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penerima bantuan sosial (bansos) yang menggunakan uang untuk bermain judi online (judol) akan langsung dicoret sebagai penerima bantuan. 

"Sampai hari ini terus kita atasi ya, langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Cak Imin menegaskan, data terkait penerima bansos yang terindikasi judol telah dimiliki pemerintah dan berada di Kementerian Sosial. 

"Sudah, tapi di Kemensos lengkap," tuturnya.

Tak hanya itu, Cak Imin juga menegaskan pemerintah tengah menyiapkan program penguatan kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas UMKM.

"Ya, kita punya program 10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas. Salah satunya agar UMKM kita tumbuh dan melahirkan kelas menengah yang kuat, yang
tumbuh," ucapnya.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan perputaran uang transaksi judi online (judol) sepanjang tahun 2025 mencapai Rp286,84 triliun. Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah menyebut, total perputaran uang itu tercatat dalam 422,1 juta transaksi yang terjadi selama tahun lalu.

"Jumlah perputaran dana ini menurun 20 persen jika dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar Rp359,81 triliun," kata Natsir dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).

PPATK juga menyoroti modus penyetoran dana judol melalui QRIS yang meningkat secara signifikan ketimbang metode lainnya. 

Namun, total jumlah deposit yang disetor para pemain jumlahnya sudah menurun dari tahun 2024 yang mencapai Rp51,3 triliun menjadi Rp36,01 triliun pada tahun 2025.

Topik Menarik