Update Haji 2026: 12 Jemaah Wafat, Mayoritas karena Jantung dan Paru-Paru

Update Haji 2026: 12 Jemaah Wafat, Mayoritas karena Jantung dan Paru-Paru

Terkini | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 11:22
share

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 12 jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat di Tanah Suci per hari ke-17 operasional haji, Rabu (6/5/2026). Mayoritas jemaah meninggal akibat penyumbatan pembuluh darah jantung dan infeksi radang paru-paru akut yang dipicu kelelahan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Jumlah jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi saat ini mencapai 100.125 orang. Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 72 jemaah yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi karena kondisi kesehatannya belum stabil.

Tingginya aktivitas pelayanan kesehatan juga terlihat dari jumlah jemaah yang menjalani rawat jalan. Hingga kini tercatat sebanyak 14.919 jemaah mendapatkan penanganan medis, sementara Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menangani 153 jemaah untuk observasi lanjutan sebelum dikembalikan ke kelompok terbang (kloter).

“Penyebab wafat yang paling banyak adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung serta radang paru-paru, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dikutip Jumat (8/5/2026).

Dua jemaah terakhir yang meninggal dunia di Tanah Suci yakni Akhmad Nurokhman Zaini dari kloter SOC 08 dan Aman Satim dari kloter JKB 05. Pemerintah menyatakan telah menyampaikan dukacita mendalam serta memastikan seluruh hak dan proses pemakaman jemaah yang wafat dikawal hingga tuntas.

Di tengah meningkatnya risiko kelelahan jemaah, pemerintah mulai memfokuskan pelayanan pada efisiensi pergerakan kedatangan jemaah gelombang kedua. Jika sebelumnya penerbangan diarahkan ke Madinah, kini jemaah langsung mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sebelum menuju Kota Suci Makkah.

Penerbangan perdana fase kedua tersebut dilakukan oleh kloter LOP-12 asal Lombok yang membawa 389 jemaah. Pergeseran rute ini menjadi awal mobilisasi besar jemaah Indonesia yang langsung diarahkan menuju Makkah.

Pemerintah mengingatkan, kedatangan melalui Jeddah memiliki tantangan tersendiri karena jemaah harus segera menunaikan umrah wajib setibanya di hotel tanpa waktu istirahat panjang. Karena itu, kesiapan fisik dan pemahaman tata cara ibadah menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Selain itu, pemerintah mengeluarkan instruksi agar jemaah gelombang kedua telah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi haji di Indonesia. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi kelelahan saat tiba di Arab Saudi.

“Kami mengingatkan kepada jemaah haji gelombang kedua agar mempersiapkan diri dengan mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi haji,” kata Ichsan.

Topik Menarik