Ade Armando Batal Minta Maaf ke JK jika 40 Ormas Islam Tak Cabut Laporan

Ade Armando Batal Minta Maaf ke JK jika 40 Ormas Islam Tak Cabut Laporan

Terkini | inews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 11:00
share

JAKARTA, iNews.id - Pegiat media sosial Ade Armando mengaku akan membatalkan rencana meminta maaf kepada Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) dan umat Islam jika pelaporan terhadapnya ke polisi tak dicabut. Menurut dia, percuma meminta maaf jika dirinya tetap menjalani proses hukum.

"Kalau begitu, ya saya menyatakan saya tidak akan minta maaf kalau begitu. Karena toh ujung-ujungnya tetap akan dijalani proses hukumnya," ujar Ade dalam program Interupsi bertajuk 'Dituding Fitnah JK, 40 Ormas Laporkan Ade Armando Cs' di iNews, Kamis (7/5/2026).

Kendati demikian, Ade tak masalah bila laporan yang dilayangkan 40 ormas Islam itu memang tak dicabut. Namun, dia menegaskan, pernyataannya dalam sebuah podcast yang mengomentari ceramah JK di UGM tak mengandung niat untuk memfitnah JK hingga memprovokasi masyarakat.

"Buat saya nggak apa-apa. Ya, saya cuma ingin mengatakan kepada publik, kepada Anda, nih, saya tidak berniat untuk memfitnah Pak JK, saya tidak bermaksud untuk memprovokasi, tidak bermaksud untuk mengadu domba, tidak ada tuduhan tentang bahwa Pak JK telah menodai agama Islam, tidak pernah, ya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ade Armando bersedia bertemu Jusuf Kalla (JK). Dia berencana meminta maaf terkait penyebaran potongan video ceramah JK yang menuai polemik.

"Oh saya kan katakan, ya, bahwa saya bersedia minta maaf ke Pak JK dan ke publik selama dengan pembicaraan yang proporsional, ya," kata Ade.

Ade akan menjelaskan kepada JK bahwa dirinya tak punya niat untuk memfitnah dan memprovokasi umat Islam dan Kristen.

"Saya akan mengatakan saya tidak memfitnah Bapak, saya tidak sedang memprovokasi umat Islam ataupun umat Kristen untuk marah, saya tidak sedang mengadu domba, ya," kata Ade.

"Eh, tapi kalau itu terasa seperti sesuatu yang mengganggu, saya akan minta maaf, ya. Eh, juga kepada umat Islam yang barangkali menurut saya punya mispersepsi terhadap saya, bahwa saya itu adalah orang yang anti-Islam. Saya itu tidak anti-Islam," katanya.

Topik Menarik