Mauricio Souza Murka! Persija 7 Tahun Tak Bisa Jamu Persib di Jakarta

Mauricio Souza Murka! Persija 7 Tahun Tak Bisa Jamu Persib di Jakarta

Olahraga | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00
share

DEPOK, iNews.id - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekesalan. Dia murka Macan Kemayoran sudah tujuh tahun tidak pernah bermain di kandang sendiri saat menghadapi Persib Bandung.

Kondisi ini kembali terjadi pada pekan ke-32 Super League 2025-2026 ketika Persija harus menjamu Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis (7/5/2026).

Keputusan pemindahan venue tersebut kembali menuai sorotan. Laga klasik antara Persija dan Persib kembali tidak digelar di Jakarta meski status tuan rumah berada di pihak Macan Kemayoran.

Terakhir kali Persija menjamu Persib di Jakarta terjadi pada 2019. Saat itu kedua tim bermain imbang 1-1. Setelah momen tersebut, seluruh laga kandang Persija kontra Persib selalu digelar di luar Jakarta.

Situasi ini membuat Mauricio Souza tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia menilai kondisi tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan perlu segera dievaluasi.

Mauricio Souza Kritik Keras Keputusan Venue Laga

Souza menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dalam dunia sepak bola profesional. Dia menilai pertandingan sebesar Persija kontra Persib seharusnya memiliki kepastian lokasi yang jelas.

"Saya berharap ini berubah. Sebenarnya, menurut saya ini adalah sebuah absurditas (hal yang tidak masuk akal). Sepak bola adalah hal yang sangat serius. Lihat berapa banyak orang yang terlibat di dalamnya," ujar Souza kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Persija Training Ground, Depok, Jawa Barat pada Kamis (7/5/2026).

"Jadi, tidak bisa bermain di rumah sendiri melawan tim tertentu itu sangat aneh," sambungnya.

Souza juga menilai keputusan pemindahan venue berdampak langsung terhadap Persija. Menurut dia, laga kandang seharusnya memberi keuntungan bagi tim tuan rumah.

Dia menyayangkan kondisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi jelas dari operator kompetisi.

"Jika dalam tujuh tahun kita tidak bisa menyusun strategi agar bisa bermain di Jakarta melawan Bandung, saya merasa sedih dan tidak setuju dengan ini," tutur Souza.

Souza menegaskan laga kandang merupakan elemen penting dalam sepak bola. Dukungan suporter dan atmosfer stadion dinilai sangat berpengaruh terhadap performa tim.

"Kita harus bermain di kandang, di stadion kita, di depan penonton kita. Sesuatu harus dilakukan. Tidak mungkin kita tidak bisa mengelola satu pertandingan besar seperti itu," tukasnya.

Topik Menarik