Indonesia Siaga Hantavirus, Menkes: Ini Lumayan Berbahaya!

Indonesia Siaga Hantavirus, Menkes: Ini Lumayan Berbahaya!

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 13:42
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus yang tengah menjadi sorotan dunia internasional usai muncul kasus infeksi di kapal pesiar MV Hondius.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, virus tersebut termasuk kategori berbahaya, sehingga Kementerian Kesehatan langsung berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Ini virus yang lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya," kata Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2026).

Menurut Menkes Budi, berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah, penyebaran Hantavirus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke berbagai negara.

Meski begitu, pemerintah tidak ingin kecolongan dan mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu virus menyebar lebih luas.

Salah satu langkah yang kini dipersiapkan yakni penguatan sistem deteksi dini melalui alat screening seperti rapid test hingga pemeriksaan PCR.

"Yang kami lakukan, kami mempersiapkan agar screening-nya kami punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak Covid-19 dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR," ujarnya.

Kemenkes juga kini memperketat sistem surveillance atau pengawasan kesehatan guna memastikan potensi penyebaran virus dapat terdeteksi secepat mungkin.

Menkes Budi mengatakan, langkah pengawasan menjadi kunci utama agar pemerintah bisa bergerak cepat apabila ditemukan kasus mencurigakan di Indonesia.

"Jadi sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa bisa cepat tahu," ucapnya.

Hantavirus merupakan virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus ini dapat menyebabkan gangguan paru-paru maupun ginjal yang berbahaya dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.

Outbreak di kapal pesiar MV Hondius membuat dunia internasional waspada karena diduga melibatkan Andes virus, salah satu strain hantavirus yang langka dan diketahui dapat menular antarmanusia dalam kontak dekat.

WHO hingga kini masih melakukan pelacakan kontak internasional terhadap para penumpang kapal yang berasal dari berbagai negara.

Topik Menarik