Israel Yakin Trump Tak Akan Serang Iran Lagi, Pilih Tekanan Ekonomi
TEL AVIV, iNews.id - Pemerintah Israel meyakini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Pemicunya, jika perang berlanjut akan menimbulkan risiko politik serta gangguan ekonomi global.
Laporan Al Monitor, mengutip keterangan sumber pejabat Israel, mengungkap intensitas komunikasi antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkurang. Pejabat itu juga mengatakan, Trump mungkin akan menyalahkan Netanyahu atas konflik berkepanjangan dengan Iran.
Meski demikian, militer Israel tetap mempersiapkan berbagai skenario, termasuk melanjutkan perang melawan Iran, meski tanpa keterlibatan langsung AS.
Pejabat itu menambahkan, Netanyahu bahkan menggelar pertemuan kabinet setiap malam untuk membahas tindakan selanjutnya.
Sementara itu di Teheran, ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kemungkinan serangan lanjutan AS tetap ada. Namun dia menegaskan musuh-musuh Iran tampaknya lebih mengandalkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut melalui blokade maritim dan sanksi.
Sebelumnya Trump memberi sinyal kesepakatan damai dengan Iran akan dicapai dalam seminggu atau sebelum pertemuannya dengan mitranya dari China, Xi Jinping. Trump akan berkunjung ke Beijing pada 14-15 Mei mendatang.
Menurut Trump, ada peluang sangat baik untuk mencapai kesepakatan dengan Iran sebelum perjalanannya tersebut.
“Saya kira kita akan memiliki peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan lagi,” kata Trump, kepada PBS.
Namun dia juga menegaskan, ada kemungkinan lain bahwa kesepakatan damai dengan Iran belum akan dicapai sebelum kunjungan itu. Jika negosiasi gagal, AS akan kembali menggunakan cara lama, yakni memulai kembali operasi militer besar-besaran.
Dia juga menegaskan tidak akan mengirim utusan untuk membahas kesepakatan damai dengan Iran. Namun Trump mengisyaratkan, upacara penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan di lokasi yang belum ditentukan.









