Iran Serang Uni Emirat Arab, AS Peringatkan Warganya Waspada
DUBAI, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya di Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul serangan Iran terhadap negara Teluk tersebut. Iran dituduh melancarkan serangan ke Fujairah, UEA, memicu kebakaran di fasilitas minyak tersebut.
Ini merupakan serangan pertama terhadap UEA sejak gencatan senjata yang berlaku pada 7 April 2026.
Kedutaan Besar (Kedubes) AS di UEA, Selasa (5/5/2026), mengeluarkan peringatan potensi serangan udara terhadap warganya.
“Misi AS di UEA memantau situasi dan mendesak warga Amerika untuk mengikuti instruksi otoritas UEA serta bersiap untuk berlindung jika diperintahkan,” bunyi pernyataan kedubes di media sosial X.
Namun Kedubes AS tidak mengubah level nasihat perjalanan terhadap UEA. Peringatan perjalanan saat ini tetap di level 3, berarti warga AS harus mempertimbangkan kembali perjalanan.
Meski kedubes dan konsulat jenderal AS tetap buka, personel non-darurat telah dipindah ke luar UEA.
Sebelumnya Pemerintah UEA mengumumkan serangan rudal dan drone Iran menargetkan Zona Industri Minyak Fujairah. Serangan itu menyebabkan tiga warga India luka.
Militer Iran membantah serangan tersebut dan menuduh AS sebagai pelakunya dengan tujuan untuk memojokkan negaranya serta menggalang dukungan internasional untuk mendorong Iran membuka Selat Hormuz.










