Isak Tangis Iringi Pemakaman dr Myta di OKU Selatan, Keluarga Desak Kemenkes Usut Tuntas

Isak Tangis Iringi Pemakaman dr Myta di OKU Selatan, Keluarga Desak Kemenkes Usut Tuntas

Berita Utama | inews | Minggu, 3 Mei 2026 - 09:13
share

OKU SELATAN, iNews.id – Suasana duka menyelimuti pemakaman dr Myta Aprilia Azmy di desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, Sabtu (2/5/2026). 

Dokter muda yang tengah menjalani masa pengabdian internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Jambi ini meninggal dunia usai berjuang melawan sakit di tengah tugasnya. 

Tampak keluarga, kerabat, hingga rekan sejawat hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang dikenal hangat dan berdedikasi tinggi tersebut. 

Isak tangis pecah saat jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, pada pukul 10.00 WIB. Ratusan pelayat turut mengantar kepergian dr Myta dengan iringan doa yang khidmat. 

Sebelumnya, dr Myta dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) di RSUP Mohammad Hoesin Palembang setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Jenazahnya kemudian dibawa menempuh perjalanan darat dari Palembang menuju kampung halamannya di OKU Selatan. 

Di balik suasana duka tersebut, perhatian publik kini tertuju pada kondisi kerja dr Myta selama bertugas di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. Hal ini mencuat setelah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) melayangkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI.

Dalam surat bertanggal 30 April 2026 tersebut, IKA FK Unsri mengungkapkan sejumlah temuan mengkhawatirkan terkait beban kerja di lokasi penugasan almarhum. Beberapa poin yang disoroti meliputi dugaan pelanggaran regulasi terkait jam kerja yang tidak manusiawi tanpa libur selama tiga bulan.

Selain itu, kurangnya pengawasan terhadap kondisi kesehatan dokter yang bertugas, dan pengabaian kondisi medis. Almarhum diduga tetap dijadwalkan jaga malam meski sudah melaporkan sakit sejak Maret 2026.

Rekan sejawat almarhum, dr. Lena, mengenang sosok dr Myta sebagai dokter yang sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi komunitas medis, terutama para dokter muda. 

Pihak keluarga, yang diwakili oleh dr. Febri Mahardika, mendesak agar pemerintah segera bertindak tegas. "Kami berharap Kementerian Kesehatan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengusut tuntas persoalan yang ada," ungkapnya.

IKA FK Unsri pun telah menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini, termasuk membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan unsur pidana dalam penanganan almarhum.

Topik Menarik