Ultras Malaya Boikot Timnas Malaysia, Desak Cabut Kewarganegaraan 7 Pemain

Ultras Malaya Boikot Timnas Malaysia, Desak Cabut Kewarganegaraan 7 Pemain

Olahraga | inews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:00
share

KUALA LUMPUR, iNews.id - Ultras Malaya resmi memboikot timnas Malaysia dengan keputusan tegas yang langsung berlaku untuk semua pertandingan Harimau Malaya.

Langkah ini diumumkan melalui pernyataan resmi di Facebook sebagai bentuk lanjutan dari tiga tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan pada 13 April 2026.

Kelompok suporter tersebut menyatakan boikot fase pertama berlaku segera. Mereka menargetkan perubahan besar dalam pengelolaan sepak bola nasional Malaysia.

"Sehubungan itu, kami memutuskan untuk melaksanakan boikot fasa 1, yaitu memboikot semua perlawanan yang melibatkan pasukan kebangsaan Malaysia," tulis Ultras Malaya dikutip dari Berita Harian.

Tiga tuntutan utama menjadi dasar aksi ini. Pertama, penarikan kewarganegaraan tujuh pemain yang terlibat dalam isu pemalsuan dokumen. Kedua, pengembalian pengelolaan tim nasional kepada Federasi Sepak Bola Malaysia. Ketiga, reformasi menyeluruh dalam sistem sepak bola negara.

Ultras Malaya juga memberikan tenggat waktu yang jelas kepada pihak terkait untuk memenuhi tuntutan tersebut.

"Kami memberikan tempo sehingga 31 Agustus 2026 untuk ketiga-tiga tuntutan itu dipenuhi dan dilaksanakan oleh pihak yang berkaitan demi memastikan bola sepak Malaysia benar-benar merdeka daripada kepentingan sempit, kegagalan tatakelola dan kerusakan sistem yang berpanjangan," lanjut mereka.

Ancaman Boikot Lebih Besar

Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka menyiapkan langkah lanjutan yang lebih luas.

"Sekiranya ketiga-tiga tuntutan ini tidak dipenuhi dalam tempoh yang ditetapkan, boikot fasa 2 yang lebih menyeluruh akan dilaksanakan dan akan membabitkan keseluruhan ekosistem Liga Malaysia."

Ultras Malaya menegaskan aksi ini bukan dilandasi kebencian terhadap tim nasional. Mereka menilai langkah tersebut sebagai upaya menjaga integritas sepak bola.

"Kami, Ultras Malaya, kekal dengan pendirian untuk memperjuangkan bola sepak Malaysia yang tulen, jujur, adil dan bersistem, serta menolak sekeras-kerasnya sebarang bentuk penggunaan bola sepak sebagai alat untuk memenuhi nafsu, pengaruh dan kepentingan peribadi mana-mana pihak atau individu."

"Tindakan ini diputuskan bukan atas dasar kebencian terhadap pasukan kebangsaan atau mana-mana pihak, tetapi demi masa depan bola sepak Malaysia yang lebih bermaruah, tersusun dan bertanggungjawab," lanjut pernyataan tersebut.

Kasus ini berkaitan dengan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia. Federasi tersebut dikenai denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp1,8 miliar.

Selain itu, tujuh pemain yang terlibat juga mendapat denda CHF 2.000 atau sekitar Rp10,6 juta serta sanksi larangan bermain selama 12 bulan.

Tujuh pemain yang disebut dalam kasus ini adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Aksi boikot ini berpotensi menjadi tekanan besar bagi otoritas sepak bola Malaysia dalam waktu dekat.

Topik Menarik