Unjuk Teknologi, BYD Siap Tantang Ferrari dan McLaren di Formula 1
JAKARTA, iNews.id - Pabrikan kendaraan listrik asal China, BYD tengah membuka peluang terlibat dalam ajang balap bergengsi Formula 1 (F1) menyusul perubahan regulasi besar yang akan berlaku mulai 2026. Mereka ingin menjadikan F1 panggung sekaligus ajang pengembangan teknologi.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke mengungkapkan perusahaan saat ini sedang menjalin komunikasi dengan pimpinan Formula 1. Bahkan, dia juga telah bertemu langsung dengan CEO F1, Stefano Domenicali dalam pertemuan yang berlangsung di Shanghai.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait bentuk keterlibatan maupun jadwal pasti keikutsertaan BYD dalam kompetisi tersebut.
Minat terhadap ajang Formula 1 sebenarnya bukan hal baru bagi BYD. Perusahaan melihat F1 sebagai platform strategis untuk pengembangan teknologi jangka panjang, khususnya di bidang sistem tenaga listrik dan rekayasa performa tinggi.
Dalam penjajakan ini, BYD mempertimbangkan beberapa opsi peran. Mulai dari menjadi tim peserta, pemasok komponen powertrain hybrid, hingga terlibat melalui kerja sama sponsor.
Gila! Isi Baterai cuma 5 Menit, BYD Denza D9 Gen-2 Siap Jegal Alphard dengan Harga Rp958 Jutaan
Pendekatan fleksibel ini menunjukkan fokus BYD bukan sekadar membangun citra merek. Perusahaan ingin memanfaatkan Formula 1 sebagai laboratorium teknologi untuk menguji dan memvalidasi sistem penggerak masa depan.
Sebelumnya, laporan dari CarNewsChina menyebutkan diskusi internal BYD sempat menyinggung potensi persaingan dengan tim-tim mapan seperti Scuderia Ferrari dan McLaren, meski belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Perubahan regulasi Formula 1 pada 2026 menjadi faktor penting dalam pertimbangan ini. Aturan baru akan meningkatkan porsi tenaga listrik dalam unit daya hybrid, sehingga peran sistem energi dan elektrifikasi menjadi lebih dominan.
Kondisi ini dinilai selaras dengan kekuatan utama BYD yang telah lama mengembangkan teknologi baterai dan motor listrik. Namun, tantangan teknis tetap kompleks karena mencakup integrasi sistem energi secara menyeluruh dalam kendaraan balap.
Secara historis, Formula 1 kerap dijadikan arena uji coba teknologi otomotif canggih oleh para produsen mobil dunia, meskipun membutuhkan investasi besar.
Dari sisi bisnis, BYD masih menjadi salah satu produsen kendaraan listrik terbesar secara global. Pada 2025, perusahaan mencatat penjualan sekitar 4,6 juta unit kendaraan.
Namun, performa tersebut juga mengalami dinamika. Pada kuartal pertama 2026, BYD membukukan pengiriman 688.939 unit, turun sekitar 30,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain menjajaki peluang di Formula 1, BYD juga terus memperluas lini kendaraan performa tinggi. Salah satunya melalui pengembangan supercar konsep Formula X yang direncanakan mulai diproduksi pada 2027 sebagai etalase teknologi mereka.
Hingga saat ini, langkah BYD menuju Formula 1 masih berada pada tahap evaluasi. Perusahaan masih mengkaji apakah regulasi hybrid 2026 benar-benar sejalan dengan strategi jangka panjang mereka dalam elektrifikasi dan pengembangan performa kendaraan.








