Usulan Gerbong Wanita Dipindah Picu Polemik, Menteri PPPA Akhirnya Minta Maaf

Usulan Gerbong Wanita Dipindah Picu Polemik, Menteri PPPA Akhirnya Minta Maaf

Terkini | inews | Rabu, 29 April 2026 - 22:46
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta maaf usai usulan gerbong wanita KRL dipindah ke tengah rangkaian menuai polemik luas. Dia mengakui pernyataannya tidak sensitif setelah insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya pada Rabu (29/4/2026). Dia menilai ucapannya tidak tepat di tengah situasi duka akibat kecelakaan.

"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," kata Arifah.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, terutama korban dan keluarga korban yang terdampak langsung.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut," sambung dia.

Usulan Gerbong Wanita Picu Sorotan

Pernyataan Arifah sebelumnya muncul setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Dalam insiden tersebut, gerbong perempuan KRL ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Usulan memindahkan gerbong wanita ke bagian tengah langsung menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai pernyataan itu tidak tepat disampaikan di tengah situasi duka.

Arifah menegaskan tidak ada niat membandingkan keselamatan antara perempuan dan laki-laki. Dia menyebut keselamatan semua penumpang harus menjadi prioritas utama.

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," jelas dia.

Dia juga menekankan fokus pemerintah saat ini tertuju pada penanganan korban kecelakaan. Upaya tersebut mencakup korban meninggal dunia maupun yang mengalami luka.

"Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka," jelas dia.

Sebelumnya, Arifah mengusulkan perubahan posisi gerbong wanita saat menjenguk korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4).

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar dia kepada wartawan.

Polemik ini menyoroti pentingnya kehati-hatian pejabat publik saat menyampaikan pernyataan di tengah situasi sensitif. Pemerintah kini fokus pada pemulihan korban sambil meredam dampak dari pernyataan tersebut.

Topik Menarik