Anthony Ginting Buka Suara usai Indonesia Tumbang dari Prancis di Piala Thomas 2026

Anthony Ginting Buka Suara usai Indonesia Tumbang dari Prancis di Piala Thomas 2026

Olahraga | inews | Rabu, 29 April 2026 - 15:15
share

HORSENS, iNews.id – Anthony Sinisuka Ginting mengungkap momen kunci kekalahan saat Indonesia tumbang dari Prancis di laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026, yang berujung pada tersingkirnya tim dari fase grup.

Indonesia tertinggal 0-3 setelah tiga partai tunggal tidak mampu menyumbang poin dalam matchday ketiga yang digelar di Horsens, 28 April 2026. Kondisi ini membuat peluang tim langsung menipis.

Ginting yang turun di partai ketiga sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit saat menghadapi Toma Junior Popov. Dia bahkan berhasil merebut gim pertama sebelum akhirnya kalah dalam pertarungan tiga gim 22-20, 15-21, 20-22.

Dia mengungkapkan pertandingan tersebut sudah dipersiapkan dengan matang, termasuk diskusi dengan tim pelatih dan rekan sesama tunggal putra untuk membaca kekuatan lawan.

“Memang sudah sangat dipersiapkan pertandingan ini, maksudnya waktu dipilih jadi main di tunggal ketiga dan sudah tahu juga kurang lebih calon-calon lawannya siapa. Ada diskusi juga dengan tim tunggal putra untuk menambah buat insight,” ucapnya, dikutip dari rilis PBSI.  

“Karena mungkin Jonatan juga pernah lawan, yang lain mungkin pernah nonton Toma seperti apa. Jadi memang sama-sama memberikan point of view-nya masing-masing. Itu yang sudah dipersiapkan dan sebenarnya sudah cukup bisa menerapkan strategi dengan baik,” ujarnya.


Ikuti Pola Lawan Jadi Titik Balik

Ginting menilai titik balik terjadi di gim kedua saat dia mulai mengikuti pola permainan lawan. Situasi tersebut membuat dia kehilangan kontrol permainan.

“Kuncinya di gim kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu di gim ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul di interval. Tapi ya menjelang akhir ada keserimpet yang membuat kakinya sedikit kram,” tuturnya.

Dia mengakui kondisi fisik sempat terganggu di akhir pertandingan. Meski begitu, dia tetap mencoba melanjutkan permainan karena melihat peluang masih terbuka.

“Kendala yang dirasakan itu coba tidak dirasakan, terus coba karena saya melihat masih ada kesempatan. Dia pun terlihat ada tegang dengan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri,” jelasnya.

Namun, keterbatasan variasi permainan membuat dia kesulitan saat lawan kembali menemukan ritme. Dia harus bekerja ekstra keras mengejar bola di momen krusial.

“Tapi memang tidak banyak pilihan pola permainan yang bisa saya mainkan jadi ketika dia kembali menemukan ketenangannya, saya mulai kesulitan dengan banyak harus berlari mengejar bola,” ungkapnya.

Ginting juga menegaskan tidak ada tekanan berlebih saat masuk lapangan. Dia memilih fokus pada tantangan menghadapi lawan yang secara peringkat berada di atas.

“Sejujurnya tidak ada tegang yang besar saat masuk lapangan karena memang semua di tunggal peluangnya 50-50. Dengan peringkat mereka yang lebih tinggi di atas kertas memang jadi tantangan dan itu yang saya pikirkan,” katanya.

Dia menambahkan fokus utamanya adalah menjalankan strategi yang sudah dipersiapkan selama latihan di Jakarta tanpa memikirkan skor besar pertandingan.

“Tidak mau berpikir match pertama seperti apa, match kedua seperti apa. Saya mau coba challenge diri saya sendiri tadi di lapangan. Apa yang sudah dilatih di Jakarta, di training camp, apa yang sudah dipersiapkan coba buat diterapkan tanpa fokus ke skor besarnya,” pungkasnya.

Topik Menarik