Iran Kirim 30.000 Jemaah Haji di Tengah Konflik, Puji Layanan Arab Saudi
RIYADH, iNews.id - Di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah, Iran tetap memberangkatkan sekitar 30.000 jemaah haji ke Arab Saudi dan secara terbuka memuji layanan yang diberikan pemerintah setempat.
Langkah ini menjadi sorotan karena dilakukan saat hubungan kedua negara masih diliputi ketegangan politik.
Meski sebelumnya Iran menuduh Arab Saudi mengizinkan wilayahnya digunakan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyerang negaranya, yang langsung dibantah oleh Riyadh, kedua pihak memilih “melupakan” konflik tersebut demi kelancaran ibadah haji. Momen suci ini menjadi titik temu di tengah situasi geopolitik yang rumit.
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pelayanan yang diberikan kepada jemaah Iran. Dia menegaskan, para jemaah mendapat layanan terbaik selama berada di Tanah Suci.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak terkait di Arab Saudi atas layanan yang mereka berikan untuk memastikan kenyamanan para jamaah kami,” ujar Enayati, kepada media Asharq Al Awsat, dikutip Selasa (28/4/2026).
Dia menambahkan, seluruh jemaah haji Iran akan mematuhi etika dan peraturan yang berlaku selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Pemerintah Iran juga memastikan koordinasi penuh dengan otoritas Saudi guna menjamin kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Selain itu, Enayati menyampaikan doa agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat.
Kedutaan Besar Iran, lanjut dia, siap memberikan bantuan dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Saudi.
Kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Iran telah tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah pada Sabtu (25/4/2026), disusul kloter kedua yang tiba pada Selasa. Kehadiran mereka disambut dengan pelayanan yang disebut setara dengan jemaah dari negara lain, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.










