Tren Minuman Low Sugar Belum Tentu Sehat, Begini Penjelasan Menkes

Tren Minuman Low Sugar Belum Tentu Sehat, Begini Penjelasan Menkes

Gaya Hidup | inews | Selasa, 28 April 2026 - 02:45
share

JAKARTA, iNews.id – Tren minuman berlabel low sugar semakin digemari masyarakat yang ingin hidup lebih sehat. Namun, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengingatkan tidak semua produk tersebut benar-benar aman dikonsumsi secara bebas.

Melalui serial Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram, Budi membahas sisi lain dari minuman rendah gula yang ternyata masih terasa manis. Dia menjelaskan, rasa manis itu kerap berasal dari pemanis buatan.

Beberapa jenis pemanis buatan yang umum digunakan antara lain aspartam, sukralosa, dan sakarin. Bahan ini dikenal memiliki tingkat kemanisan sangat tinggi dibanding gula biasa.

Budi mengungkapkan, hanya dalam jumlah kecil, pemanis buatan sudah mampu menghasilkan rasa manis berlipat ganda.

“Sejumput kecil saja bisa memberikan rasa manis 200 sampai 600 kali lipat lebih manis daripada gula,” kata dia.

Meski terlihat sebagai alternatif sehat, penggunaan pemanis buatan justru bisa berdampak pada pola makan seseorang. Hal ini berkaitan dengan respons tubuh terhadap rasa manis.

Saat lidah merasakan manis, otak akan mengantisipasi masuknya gula sebagai sumber energi. Namun, karena yang masuk bukan gula, tubuh mengalami ketidaksesuaian.

Akibatnya, tubuh justru merespons dengan memunculkan rasa lapar yang terus-menerus. Kondisi ini dapat memicu konsumsi makanan berlebih tanpa disadari.

“Lidah merasa manis, jadi otak siap-siap menerima gula. Tapi ternyata gulanya nggak masuk. Itu bisa bikin rasa lapar muncul terus,” ujarnya.

Budi menilai, kondisi ini membuat pemanis buatan seolah memberikan ilusi sehat pada konsumen. Padahal, dampaknya tetap perlu diwaspadai.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada label pemasaran seperti rendah gula. Menurutnya, penting untuk membaca komposisi bahan secara menyeluruh.

“Kalau ada minuman kadar gulanya rendah tapi pakai pemanis buatan, itu bisa mengecoh tubuh,” katanya.

Melalui edukasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk konsumsi. Pola hidup sehat tidak cukup hanya dengan memilih label tertentu, tetapi juga memahami apa yang sebenarnya dikonsumsi setiap hari.

Topik Menarik