Penembakan di Acara Trump, Gedung Putih: Pelaku Ingin Bunuh Presiden dan Pejabat Lain
WASHINGTON, iNews.id - Pelaku penembakan di acara yang dihadiri Donald Trump pada Sabtu (25/4/2026) disebut ingin membunuh sebanyak-banyaknya pejabat Amerika Serikat (AS), termasuk Presiden Donald Trump.
Insiden itu terjadi saat jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Hotel Hilton Washington yang juga dihadiri Ibu Negara Melania Trump serta Wakil Presiden JD Vance.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, acara apa yang seharusnya menjadi malam yang menyenangkan telah dinodai oleh perilaku bejat seorang pria.
"(Acara) Dibajak oleh orang gila bejat yang berusaha membunuh Presiden dan sebanyak mungkin pejabat tinggi pemerintahan Trump," kata Leavitt, dalam postingan di media sosial X, dikutip Senin (27/4/2026).
Dia lalu menggambarkan suasana di balik panggung setelah suara letusan tembakan terdengar. Saat itu pasukan pengawal presiden AS Dinas Rahasia telah membawa Trump ke balik panggung untuk dievakuasi.
"Setelah kami dengan cepat diantar ke tempat aman oleh Dinas Rahasia, (Trump) benar-benar tidak takut," tulisnya.
Dia kemudian mengulangi pernyataan Trump bahwa kekerasan politik harus segera diakhiri, seraya berterima kasih kepada para penegak hukum yang sigap mengamankan tempat kejadian.
Sebelumnya pernyataan Leavitt menjadi viral, memicu kehebohan. Beberapa saat sebelum kejadian, dia menyampaikan akan ada penembakan di acara jamuan makan malam tersebut.
"Ini akan lucu, ini akan menghibur, akan ada beberapa tembakan yang dilepaskan malam ini di ruangan ini," kata Leavitt kepada seorang koresponden Fox News saat siaran langsung, beberapa menit sebelum kejadian.
Apa yang disampaikannya itu benar-benar terjadi. Seorang pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31), warga Kota Torrance, California, melepaskan tembakan di lokasi acara.
Tembakan mengenai seorang petugas Dinas Rahasia yang mengenakan rompi anti-peluru. Dia selamat, namun menderita luka.
Trump kemudian menyampaikan pernyataan bahwa dia dan para pejabat selamat dan aman, sementara Allen telah ditahan.
Penampilan Trump di jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih merupakan yang pertama sejak periode kedua jabatannya sebagai presiden AS.










