Pejabat Iran-AS Terbang ke Pakistan, Teheran: Tak Ada Perundingan Damai!
TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan tak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan untuk saat ini. Kunjungan Menlu Abbas Araghchi ke Islamabad, bersamaan dengan lawatan utusan Presiden AS Donald Trump dan Jared Kushner, tidak mengagendakan pertemuan.
Kantor berita Tasnim, mengutip keterangan sumber pejabat Iran, melaporkan Teheran membantah keras mengajukan permohonan bertemu dengan AS di Pakistan sebelum perundingan damai terwujud.
Penegasan itu disampaikan untuk mengomentari pernyataan Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt yang mengatakan, Iran meminta pembicaraan langsung di Pakistan. Permintaan itu, lanjut Leavitt, mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mengirim utusan untuk negosiasi.
Beberapa sumber pejabat Iran kompak menyebut pernyataan Leavitt itu keliru besar. Leavitt juga dianggap salah menggambarkan situasi.
"Iran tidak mengajukan permintaan untuk pembicaraan dengan AS," kata sumber pejabat, kepada Tasnim, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Sumber-sumber tersebut menambahkan, Teheran sepenuhnya menolak permintaan AS untuk berunding karena mereka mengajukan tuntutan yang berlebihan.
Kunjungan Menlu Araghchi ke Pakistan merupakan bagian dari konsultasi bilateral dengan Pakistan, tak terkait langsung dengan negosiasi. Selain Pakistan, Araghchi juga akan berkunjung ke Oman dan Rusia.
Araghchi tiba di Islamabad pada Jumat (24/4/2025) untuk apa yang disebut para pejabat membuka jalan bagi perundingan damai putaran kedua dengan AS.
Di sisi lain, Leavitt mengatakan, utusan khusus Trump, Witkoff, serta penasihat Kushner akan terbang ke Pakistan pada Sabtu untuk melakukan pembicaraan dengan perwakilan Iran. Pembicaraan itu disebut akan berlangsung pada Senin mendatang.










