Keajaiban Selawat, Penjual Rujak di Cirebon Naik Haji usai Nabung 27 Tahun
CIREBON, iNews.id – Niat kuat yang disertai usaha dan doa yang tulus membuahkan hasil manis bagi Istoifah Aminah (57). Pedagang rujak di Kota Cirebon, Jawa Barat, itu akhirnya berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini berkat rutin membaca selawat.
Warga Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon ini dijadwalkan akan diberangkatkan pada 8 Mei mendatang. Keberhasilannya ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Bukan hal yang mudah bagi Istoifah untuk bisa mengumpulkan biaya haji. Sebagai pedagang rujak pinggir jalan dengan penghasilan yang tidak menentu, ia harus berjuang ekstra keras. Terlebih, Istoifah merupakan tulang punggung keluarga yang harus membiayai kebutuhan sehari-hari.
Selama 27 tahun terakhir, ia dengan sabar menyisihkan sebagian kecil keuntungan dari jualan rujaknya. Kesabaran ini ia jalani demi satu impian besarnya yakni, bersujud di depan Kakbah.
Di balik perjuangannya, terselip kisah yang menggetarkan hati. Setiap kali musim haji tiba dan melihat rombongan pengantar haji melintas, Istoifah selalu tak kuasa menahan tangis.
Sambil mengelus dada dan melantunkan selawat nabi, ia hanya bisa berdoa dalam hati kapan giliran dirinya yang akan diantar oleh rombongan tersebut.
"Setiap melihat orang berangkat haji, saya menangis sedu. Saya cuma bisa bershalawat dan bertanya dalam hati, kapan saya bisa seperti mereka," ujar Istoifah, Jumat (24/4/2026).
Kini, nenek dengan satu cucu ini tinggal memetik hasil dari kesabaran panjangnya. Segala persiapan satu per satu mulai ia siapkan, mulai dari perlengkapan ibadah, obat-obatan, hingga makanan kecil untuk bekal selama di Tanah Suci.
Jika biasanya ia hanya bisa melihat dan menangisi rombongan haji, kini Istoifah-lah yang akan berada di dalam rombongan tersebut, diiringi lantunan shalawat yang selama ini ia dambakan.
Kisah Istoifah Aminah menjadi inspirasi bahwa niat yang tulus dan kesabaran yang tak terputus akan selalu menemukan jalan menuju Baitullah.










