Rusak Kesehatan Mental, Begini Cara Lepas dari Kecanduan Pornografi

Rusak Kesehatan Mental, Begini Cara Lepas dari Kecanduan Pornografi

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 24 April 2026 - 23:21
share

JAKARTA, iNews.id - Pornografi kerap dianggap sebagai cara cepat meredakan stres sekaligus memicu pelepasan dopamin di otak. Namun di balik efek instan tersebut, terdapat berbagai dampak negatif yang berbahaya, terutama bagi kesehatan psikologis.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui unggahan di akun Instagram resminya mengungkapkan, konsumsi konten pornografi secara berlebihan dapat memicu gangguan mental hingga memengaruhi kehidupan sosial seseorang.

Salah satu dampak yang disorot adalah munculnya kecanduan ringan akibat lonjakan dopamin. Meski terlihat sepele, kondisi ini membuat otak menganggap pornografi sebagai “pelarian” saat stres. Akibatnya, dorongan untuk terus mengonsumsi konten serupa menjadi semakin kuat.

Selain itu, ketergantungan terhadap stimulasi instan membuat seseorang terbiasa mencari cara cepat untuk meredakan tekanan. Ini berpotensi menimbulkan rasa tidak puas, mudah bosan, serta menurunnya kemampuan fokus dan konsentrasi.

Kemenkes juga menekankan, efek tenang yang dirasakan setelah menonton pornografi sebenarnya hanya bersifat sementara. Stres yang dialami tidak benar-benar hilang, melainkan hanya tertunda.

Kondisi tersebut dapat memicu perasaan bersalah, kehilangan kontrol diri, hingga menurunnya rasa percaya diri. Tak jarang, individu mengalami dilema karena ingin berhenti, namun tetap terdorong untuk kembali mengonsumsi konten tersebut akibat efek kecanduan.

Dampak lainnya juga merambah pada hubungan sosial. Seseorang yang terlalu sering mengonsumsi pornografi berisiko mengalami kesulitan dalam menjalin interaksi nyata dan hubungan yang bermakna.

Tidak hanya itu, ekspektasi terhadap pasangan bisa menjadi tidak realistis. Hal ini berujung pada menurunnya kualitas hubungan emosional karena fokus hanya tertuju pada stimulasi instan, bukan koneksi yang sehat.

Untuk mengatasi kecanduan tersebut, Kemenkes memberikan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, mengenali pola kebiasaan, termasuk kapan dorongan muncul dan apa pemicunya, agar lebih mudah dihindari. 
Kedua, mengurangi faktor pemicu seperti terlalu banyak waktu luang tanpa aktivitas jelas atau kebiasaan scrolling tanpa tujuan.

Ketiga, mengganti kebiasaan tersebut dengan aktivitas positif dan bermanfaat, seperti olahraga, hobi, atau kegiatan produktif lainnya yang dapat membantu mengelola stres secara sehat.

Melalui edukasi ini, Kemenkes berharap masyarakat lebih bijak dalam mengelola stres dan tidak bergantung pada cara instan yang justru berpotensi menimbulkan dampak negatif jangka panjang.

Topik Menarik