Krisis BBM! Warga Bangladesh Antre SPBU dari Malam sampai Pagi, Beberapa Orang Tewas
DHAKA, iNews.id - Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Bangladesh. Warga harus rela antre berjam-jam, bahkan seharian untuk mendapat BBM di SPBU.
Antrean panjang warga di SPBU sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir, seiring perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran yang berdampak pada pemblokade Selat Hormuz.
Meski pemerintah Bangladesh membantah adanya krisis BBM, faktanya antrean di SPBU selalu berlangsung setiap hari, bahkan semakin parah.
Tak sedikit pembeli BBM yang terpaksa menyewa jasa penunggu antrean karena tidak kuat atau harus menjalani kesibukan lain.
Shamsuddin (43), pengemudi mobil, telah antre di SPBU Kota Dhaka sejak Senin (20/4/2026) tengah malam. Dia baru mendapat giliran mendapat BBM sekitar 6 jam kemudian atau Selasa pagi, untuk menjemput bosnya, seorang pengacara, yang akan mengikuti sidang di pengadilan.
“Saya bakalan sibuk sepanjang hari ini,” kata Shamsuddin, kepada AFP.
Ratusan pengendara sepeda motor juga terpaksa antre panjang, bahkan sekitar 1,5 km dari SPBU. Beberapa di antaranya tertidur di atas motor.
Panjangnya antrean panasnya situasi memakan korban. Beberapa pengendara meninggal dunia karena kelelahan antre serta kerusuhan.
Satu orang meninggal setelah mengantre selama berjam-jam di bawah terik matahari di Kota Rangpur. Dua orang lainnya meninggal akibat kerusuhan di SPBU. Seorang manajer SPBU tewas ditabrak oleh sopir truk di Distrik Narail.
Sementara itu Menteri Energi Bangladesh Iqbal Hasan Mahmud mengatakan, pasokan BBM normal. Fenomena antrean panjang terjadi akibat panic buying warga.
“Tidak ada krisis bahan bakar di negara ini,” katanya, kepada parlemen pada 19 April.
Bangladesh mengandalkan 95 persen kebutuhan BBM-nya dan gas dari impor, sebagian besar dari Timur Tengah.










