Pemerintah Siapkan Dwi Kewarganegaraan, Timnas Indonesia Bisa Makin Kuat
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan yang membuka peluang dwi kewarganegaraan terbatas demi memperkuat Timnas Indonesia dan mengakhiri polemik pemain diaspora.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan proses penyusunan regulasi tersebut sudah memasuki tahap finalisasi bersama DPR. Pemerintah menargetkan pembahasan bisa rampung dalam waktu dekat.
Langkah ini muncul sebagai respons atas polemik passportgate yang melibatkan pemain diaspora Indonesia di Belanda. Isu tersebut memunculkan kebutuhan akan aturan yang lebih jelas terkait status kewarganegaraan atlet.
Supratman menjelaskan pemerintah saat ini fokus menyelesaikan draf sebelum masuk tahap pembahasan lebih lanjut di parlemen.
"Undang-Undang Kewarganegaraan saat ini sedang kami siapkan dan dibahas di DPR. Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasinya," ujarnya, dikutip Minggu (19/4/2026).
Dia berharap regulasi tersebut bisa segera disahkan agar polemik serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
"Mudah-mudahan tahun ini selesai, sehingga polemik yang terjadi tidak muncul lagi," tuturnya.
Dwi Kewarganegaraan Jadi Solusi untuk Timnas Indonesia
RUU Kewarganegaraan diarahkan untuk memberikan ruang bagi penerapan dwi kewarganegaraan terbatas. Kebijakan ini menyasar individu dengan nilai strategis, termasuk atlet.
Dengan aturan tersebut, pemain muda Indonesia yang berkarier di luar negeri memiliki waktu lebih panjang untuk menentukan status kewarganegaraan mereka.
Kebijakan ini diharapkan mampu menarik talenta diaspora agar tetap bisa membela Timnas Indonesia tanpa terhambat urusan administratif.
Supratman menegaskan pemerintah terus mendukung upaya peningkatan prestasi olahraga nasional di berbagai ajang internasional.
"Yang jelas, bagi Presiden, tugas kami di bidang masing-masing adalah memastikan Merah Putih berkibar di seluruh arena," katanya.
Pemerintah Dorong Sport Diplomacy
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan pentingnya mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Namun dia juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia olahraga.
Hasil 16 Besar Orleans Masters 2026: Bungkam Publik Prancis, Leo/Bagas Segel Tiket Perempatfinal
Menurutnya, sport diplomacy menjadi salah satu kekuatan penting untuk membangun hubungan antarnegara sekaligus membuka peluang bagi atlet Indonesia.
"Namun saya juga mendorong sport diplomacy menjadi penting. Kerja sama pemerintah dengan negara lain harus kita tingkatkan karena ini menjadi kekuatan yang mengikat dua negara," ujarnya.
Dengan target rampung pada 2026, RUU Kewarganegaraan diharapkan menjadi solusi konkret. Regulasi ini dapat memperkuat Timnas Indonesia sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pemain diaspora.










