Kesatuan Aksi Pemuda Kristen: JK Tak Bermaksud Provokasi saat Ceramah di UGM

Kesatuan Aksi Pemuda Kristen: JK Tak Bermaksud Provokasi saat Ceramah di UGM

Terkini | inews | Sabtu, 18 April 2026 - 17:59
share

JAKARTA, iNews.id - Kesatuan Aksi Pemuda Kristen Indonesia (KAPKI) menegaskan pernyataan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) soal mati syahid saat berceramah di masjid Universitas Gajah Mada (UGM) bukanlah bentuk provokasi. Sebaliknya, KAPKI menilai ucapan itu hanya untuk menghindari konflik Poso dan Ambon terulang.

"Kita harus telusuri historisnya mengapa beliau mengatakan demikian. Mungkin supaya kejadian Poso dan Ambon tidak terulang kembali dan tidak ada maksud untuk memprovokasi," ujar Ketua KAPKI Imanuel Ebenhaezer Lubis dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Immanuel menyampaikan KAPKI tetap mengasihi dan mendoakan JK. Dia meyakini JK tak memiliki maksud tertentu lantaran berjasa untuk Tanah Air.

"Kami katakan, kami mengasihi Pak Jusuf Kalla, kami mendoakan Pak Jusuf Kalla supaya sehat selalu dan kita juga tahu beliau adalah pribadi yang memberikan jasanya untuk bangsa ini," ujar dia.

Immanuel juga berpesan kepada organisasi Kristiani di Indonesia agar menjadi teladan bagi sesama masyarakat. Dia mengingatkan teladan hidup Yesus Kristus untuk terus mengedepankan kasih.

"Buat organisasi kristen, kami juga berdoa agar menjadi berkat bagi semua orang. Kami tidak membatasi untuk melaporkan tapi sedianya kita ikuti dan teladani dari pada Yesus Kristus yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita lakukan dengan dasar kasih," tandas dia.

JK pun buka suara usai dilaporkan atas dugaan penistaan agama terkait ceramah itu. Dia merasa difitnah oleh pihak-pihak tertentu.

Dia mendoakan agar Allah SWT memaafkan pihak-pihak yang telah memfitnahnya.

"Saya sedang mempelajari itu di mana letak (tuduhan). Mudah-mudahan Tuhan Allah memaafkannya, para pemfitnah itu. Wal-fitnatu asyaddu minal-qatl. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, semua memfitnah saya semua," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Dia pun mengaku menggunakan istilah mati syahid lantaran tengah berbicara di hadapan jemaah masjid.

"Menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadan, artinya yang hadir cuma orang Muslim di masjid, di kampus, berarti yang hadir orang intelektual, dan lingkungan terbatas, itu dahulu dipahami," ujar JK.

Diketahui, pernyataan Jusuf Kalla terkait mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) menuai polemik dan berujung pelaporan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

Topik Menarik