Inter Milan Hancurkan Cagliari, Chivu Justru Sindir Pemainnya Gegara Sering Main HP

Inter Milan Hancurkan Cagliari, Chivu Justru Sindir Pemainnya Gegara Sering Main HP

Olahraga | inews | Sabtu, 18 April 2026 - 08:00
share

MILAN, iNews.id - Inter Milan tampil dominan dengan kemenangan 3-0 atas Cagliari di Giuseppe Meazza, Sabtu (18/4/2026) dini hari WIB.  hasil yang membuat pelatih Cristian Chivu justru melontarkan komentar mengejutkan soal kebiasaan pemainnya. Dia menegaskan tim masih fokus pada target besar, bukan selebrasi gelar.

Kemenangan ini membuka jalan Inter semakin dekat ke Scudetto. Namun, Chivu tetap menahan euforia dan memilih menyoroti perjalanan tim yang menurut dia belum selesai.

Gol pertama baru tercipta pada menit ke-53 lewat Marcus Thuram yang memanfaatkan assist Federico Dimarco. Setelah kebuntuan panjang di babak pertama, Inter langsung mengubah tempo permainan.

Tak lama berselang, Nicolò Barella menggandakan keunggulan lewat tembakan keras. Dominasi Inter semakin terlihat saat Piotr Zielinski menutup kemenangan dengan gol spektakuler di masa injury time.

Hasil ini membuat Inter untuk sementara unggul 12 poin di puncak klasemen, menunggu hasil pesaing terdekat seperti Napoli dan AC Milan. Sebelumnya, mereka sudah memulai pekan dengan keunggulan sembilan poin.

Sindiran Tajam Chivu dan Fokus Liga Champions

Chivu mengaku sempat bersikap sarkastik pekan lalu saat menyebut target utama tim adalah tiket Liga Champions. Kini target itu sudah di depan mata setelah pesaing terpeleset.

“Saya bersikap ironis pekan lalu, tapi bukan bercanda, jadi kami sangat senang,” ujar Chivu dikutip dari Football Italia.

Dia juga mengakui tim sempat mengalami kesulitan di babak pertama. Permainan yang lambat membuat Cagliari mampu menutup ruang dengan baik sebelum akhirnya Inter meningkatkan intensitas setelah jeda.

“Saat tim ini memecah kebuntuan, mereka mulai menikmati permainan dan mencoba hal-hal yang lebih ambisius. Ini tim yang punya kualitas, mereka pemain hebat dan menikmati permainan di lapangan," kata dia. 

Saat ditanya soal kepercayaan diri pemain di ruang ganti, Chivu justru memberikan jawaban tak terduga dengan nada sindiran.

“Saya jarang melihat mata mereka, karena mereka selalu melihat ponsel mereka. Saya menyebut ini generasi satu tangan, mereka selalu memegang ponsel di satu tangan, melakukan hal lain dengan tangan lainnya," ujanrnya. 

Dia menegaskan kerja keras tim sepanjang musim akhirnya membuahkan hasil penting.

“Kami sadar kerja keras yang sudah dilakukan, apa yang kami lakukan untuk menjadi kompetitif, dan syukurlah kami kini telah mencapai target lolos Liga Champions dengan lima laga tersisa, jadi sekarang kami bisa menatap ke depan dan tetap kompetitif hingga akhir.”

Inter kini bersiap menghadapi semifinal Coppa Italia melawan Como. Leg pertama berakhir imbang 0-0, membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar.

Meski sempat mendapat banyak kritik musim ini, Chivu masih berpeluang menutup musim dengan dua trofi. Dia menilai timnya telah menunjukkan mental kuat sepanjang perjalanan.

“Ada faktor manusia juga, kita tidak boleh lupa betapa sulitnya musim lalu bagi para pemain ini, tapi mereka menantang diri mereka sendiri, tidak mundur, dan selalu bereaksi saat menghadapi naik turun sepanjang musim.”

Chivu juga menyoroti tantangan di kompetisi Eropa musim depan. Dia menilai persaingan Liga Champions semakin berat, terutama dengan klub-klub Premier League yang memiliki kekuatan finansial besar.

“Tidak mudah, karena Anda menghadapi tim dengan level tertentu, terutama klub Premier League yang menghabiskan banyak uang untuk terus memperkuat tim. Banyak contoh tim yang menghabiskan banyak uang tapi tetap tidak menjamin sukses di Liga Champions.”

Terkait masa depannya di klub, Chivu memilih fokus penuh pada performa tim dibanding kontrak baru.

“Saya tidak pernah membicarakan ini dengan mereka, karena saya sibuk mencapai target Liga Champions. Apakah sudah tercapai? Belum juga. Saya bukan orang yang percaya takhayul, saya hanya ingin fokus pada sepak bola dan bukan masa depan saya.”

Topik Menarik