Visa Petugas Haji Dibatalkan, Embarkasi Medan Pastikan Pelayanan Jemaah Tak Terganggu
MEDAN, iNews.id – Kabar pembatalan 320 visa petugas haji Indonesia oleh Kementerian Haji Arab Saudi menjadi perhatian serius menjelang musim haji 2026. Meski demikian, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menegaskan bahwa operasional dan pelayanan bagi jamaah asal Sumatera Utara tetap berjalan normal dan terkendali.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema mitigasi agar kendala teknis tersebut tidak berdampak pada kenyamanan jamaah.
Zulkifli Sitorus, yang juga menjabat sebagai Ketua PPIH Embarkasi Medan, mengungkapkan bahwa sebagian petugas dari Embarkasi Medan bahkan sudah diberangkatkan lebih awal ke Madinah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan sarana dan prasarana di Tanah Suci sudah rampung sebelum jamaah tiba.
"Kondisi penyelenggaraan haji di Sumatera Utara tetap aman. Sebagian petugas kita sudah berada di Madinah untuk melakukan persiapan pelayanan. Kami pastikan kendala visa ini tidak mengganggu skema yang telah disusun," ujar Zulkifli Sitorus usai mengikuti pelantikan PPIH secara daring, Jumat (17/4/2026).
Selain kesiapan di Tanah Suci, PPIH Embarkasi Medan juga telah mematangkan pelayanan di dalam negeri. Berbagai fasilitas di asrama haji, mulai dari proses kedatangan jamaah, penginapan, hingga alur keberangkatan menuju bandara, telah melewati uji standar.
Sektor konsumsi juga menjadi prioritas utama. Pihak embarkasi memastikan seluruh jamaah akan mendapatkan menu makanan sehat yang telah memenuhi standar gizi dan layanan kesehatan.
"Mulai dari urusan koper, penginapan, hingga menu makanan sehat untuk jamaah sudah siap 100 persen. Kami tetap bekerja optimal meski ada dinamika mengenai visa petugas di tingkat pusat," katanya.
PPIH Embarkasi Medan berharap seluruh calon jamaah haji tetap tenang dan fokus pada persiapan kesehatan serta manasik. Pemerintah menjamin bahwa perlindungan dan pelayanan selama di Tanah Suci akan tetap menjadi prioritas utama demi kelancaran ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan, pembatalan 320 visa tersebut murni karena kendala teknis dari otoritas Arab Saudi.
Saat ini, pemerintah pusat terus melakukan koordinasi diplomatik intensif agar masalah tersebut segera mendapatkan solusi.










