Trump Sebut AS-Iran Segera Berdamai: Harga Minyak Turun Drastis, Tak Ada Bencana Nuklir!

Trump Sebut AS-Iran Segera Berdamai: Harga Minyak Turun Drastis, Tak Ada Bencana Nuklir!

Terkini | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 13:20
share

WASHINGTON, iNews.id - Tanda-tanda perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin menguat. Presiden Donald Trump bahkan menyebut kesepakatan damai sudah sangat dekat.

Trump mengklaim dampak perdamaian AS-Iran akan langsung dirasakan secara global, mulai dari harga minyak turun drastis hingga hilangnya ancaman bencana nuklir. Jika perjanjian damai benar-benar tercapai dalam waktu dekat, dunia akan melihat perubahan signifikan. 

“Harga minyak akan turun drastis, harga barang dan jasa akan turun drastis, inflasi akan turun drastis, dan Anda tidak akan mengalami bencana nuklir,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (17/4/2026). 

Trump melanjutkan, Iran juga telah setuju untuk tidak membuat senjata nuklir.

"Mereka setuju untuk mengembalikan debu nuklir, berada jauh di bawah tanah akibat serangan yang kami lakukan dengan menggunakan pesawat pengebom B-2," ujarnya, merujuk pada serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 11 Juni 2025.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Iran, namun Teheran beberapa kali menegaskan bahwa program pengayaan uraniumnya akan berlanjut.

Pernyataan ini memperkuat optimisme bahwa konflik berkepanjangan antara AS dan Iran bisa segera berakhir.
Menurut Trump, kedua negara kini berada di ambang kesepakatan damai menjelang berakhirnya gencatan senjata yang berlaku hingga Selasa pekan depan. 

Trump juga mengungkapkan perundingan damai putaran kedua kemungkinan segera digelar, bahkan bisa berlangsung akhir pekan ini atau pekan depan, dengan Pakistan kembali menjadi tuan rumah.

Trump melanjutkan, hubungan AS dengan para pemimpin baru Iran berjalan sangat baik, bahkan menyebut situasi ini sebagai “perubahan rezim”, meski tidak merinci lebih lanjut siapa sosok yang dimaksud.

Meski demikian, Trump tidak memastikan apakah gencatan senjata akan diperpanjang. Dia hanya memberi sinyal gencatan senjata mungkin tidak diperlukan, mengingat keinginan kuat Iran untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng, bukan sementara.

“Iran ingin membuat kesepakatan, dan kita berurusan dengan mereka dengan sangat baik,” katanya.

Topik Menarik