Pelabuhan Kejawanan Cirebon Dampak Solar Langka, Ratusan Kapal Menumpuk

Pelabuhan Kejawanan Cirebon Dampak Solar Langka, Ratusan Kapal Menumpuk

Nasional | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 11:28
share

CIREBON, iNews.id - Kelangkaan bahan bakar solar akibat dampak konflik global menyebabkan ratusan kapal nelayan di Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat tidak dapat melaut. Kondisi ini telah berlangsung lebih dari satu bulan dan berdampak pada ribuan nelayan.

Kapal-kapal berukuran di atas 30 gross ton tampak menumpuk di area pelabuhan karena tidak memperoleh pasokan bahan bakar. Para nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut lantaran kebutuhan solar industri tidak terpenuhi.

Setiap kapal umumnya membutuhkan sekitar 24 kiloliter atau setara 24.000 liter bahan bakar untuk berlayar. Namun, upaya pemilik kapal untuk menambah jatah dari 15 kiloliter belum membuahkan hasil akibat kosongnya stok solar industri. Pencarian pasokan dari pihak swasta juga tidak berhasil.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cirebon, Kasrudin menyampaikan keluhan para nelayan terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk operasional kapal.

"Kapal yang menumpuk sekarang seratus lebih," kata Kasrudin di lokasi.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Kota Cirebon telah berupaya menindaklanjuti kondisi tersebut dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak. 

Pertamina diketahui telah mengirimkan 8 ribu liter Pertamina Dex, namun jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan ratusan kapal.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan DKPP Kota Cirebon, Yudi Lukman Hakim mengatakan, masih berupaya mencari solusi, termasuk menjalin komunikasi dengan pihak swasta agar pasokan bahan bakar segera tersedia.

"Ada 126 kapal yang berhak subsidi," ujar Yudi.

Kelangkaan bahan bakar non-subsidi di Pelabuhan Kejawanan ini disebut sebagai yang terparah dalam dua tahun terakhir. Para pemilik kapal berharap pasokan segera kembali normal agar aktivitas melaut dapat kembali berjalan.

Topik Menarik