Rusia Bingung dengan Krisis Selat Hormuz: Siapa dan Apa yang Diblokade?

Rusia Bingung dengan Krisis Selat Hormuz: Siapa dan Apa yang Diblokade?

Terkini | inews | Kamis, 16 April 2026 - 16:34
share

MOSKOW, iNews.id - Rusia mengaku kebingungan menghadapi eskalasi krisis di Selat Hormuz di tengah konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bahkan, Kremlin secara terbuka mempertanyakan siapa sebenarnya yang melakukan blokade dan apa yang benar-benar diblokade dalam situasi yang semakin tidak jelas.

Kebingungan ini muncul setelah berbagai klaim saling bertentangan terkait pembatasan jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut. 

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan hingga kini belum ada pemahaman menyeluruh mengenai situasi di lapangan, termasuk siapa aktor utama di balik kebijakan blokade di Selat Hormuz.

“Belum ada pemahaman menyeluruh mengenai siapa yang memblokade dan apa yang sedang diblokade,” ujar Peskov, menyoroti kompleksitas konflik yang melibatkan banyak kepentingan global, dalam wawancara dengan India Today, dikutip Kamis (16/4/2026).

Rusia juga memastikan tidak akan terlibat dalam konflik tersebut. Peskov menegaskan, perang yang terjadi sejak 28 Februari bukan bagian dari kepentingan Moskow.

“Rusia bukan peserta perang ini. Ini bukan perang kami,” ujarnya.

Ketegangan di Selat Hormuz bermula dari serangan Israel-AS pada 28 Februari. Sebagai respons, Iran mengambil langkah dengan membatasi akses bagi kapal-kapal tertentu. Hanya negara yang dianggap bersahabat diizinkan melintas. Namun dalam perkembangannya, Teheran mulai melonggarkan kebijakan dengan memperbolehkan kapal dari negara lain lewat, asalkan membayar tarif tertentu.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru memerintahkan blokade total terhadap Selat Hormuz setelah gagalnya perundingan dengan Iran. Kebijakan ini bertujuan menekan ekonomi Iran dengan menghentikan lalu lintas kapal keluar-masuk.

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Sejumlah kapal tanker dan kapal dagang dilaporkan tetap bisa melintas, sehingga memunculkan tanda tanya besar mengenai efektivitas maupun realitas dari blokade tersebut.

Topik Menarik