Real Madrid Disingkirkan Bayern Munchen, Arbeloa Semprot Wasit: Tidak Masuk Akal!
MUNICH, iNews.id – Real Madrid disingkirkan Bayern Munchen usai kalah dramatis 3-4 dalam leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026 yang diwarnai kontroversi kartu merah Eduardo Camavinga.
Pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, meluapkan kemarahan terhadap keputusan wasit Slavko Vinčić yang dia nilai tidak masuk akal dan merugikan timnya di momen krusial.
Insiden terjadi di akhir pertandingan saat Camavinga dinilai melanggar Harry Kane dengan kontak minimal. Kane terjatuh sambil memegangi tulang keringnya, yang langsung direspons wasit dengan peluit pelanggaran.
Vinčić kemudian mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Camavinga. Dia sempat terlihat lupa kartu tersebut merupakan yang kedua, sebelum diingatkan pemain Bayern seperti Jamal Musiala, Joshua Kimmich, dan Aleksandar Pavlović. Camavinga pun akhirnya diusir keluar lapangan.
Kartu Merah Jadi Titik Balik
Arbeloa menilai keputusan tersebut langsung mengubah jalannya laga. “Semuanya berakhir dengan kartu merah itu. Itu tidak bisa dipercaya. Anda tidak bisa mengusir pemain karena aksi seperti itu,” ujarnya, dikutip dari Daily Mail.
“Ini tidak adil dalam pertandingan seperti ini. Kami sangat kecewa dan sangat marah, meski kami juga mengucapkan selamat kepada Bayern Munchen,” katanya.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Bayern. Tiga menit setelah insiden, Luis Díaz mencetak gol penyeimbang menjadi 3-3 yang mengubah agregat menjadi 5-4 untuk Bayern.
Gol penutup lahir di masa injury time melalui Michael Olise, memastikan kemenangan agregat 6-4 sekaligus mengubur langkah Madrid.
Harapan Madrid Pupus
Madrid sempat memberi perlawanan sengit lewat dua gol Arda Güler dan satu gol Kylian Mbappé. Namun, keunggulan jumlah pemain membuat situasi berbalik.
Arbeloa menegaskan hasil tersebut terasa pahit karena faktor di luar kendali tim. “Laga ini lepas dari kami dengan cara yang tidak bisa kami kendalikan. Saya sangat kecewa untuk para pemain karena kerja keras mereka,” ujarnya.
Dia tetap memuji perjuangan tim dan suporter. Meski begitu, kekalahan ini memastikan Madrid gagal meraih gelar Liga Champions ke-16 musim ini.
Situasi semakin berat karena Madrid tertinggal sembilan poin dari Barcelona di La Liga dengan tujuh laga tersisa. Mereka juga sudah tersingkir dari Copa del Rey usai kalah dari Albacete Balompié.
Bagi Mbappe, musim ini berpotensi menjadi musim kedua beruntun tanpa gelar besar sejak bergabung dari Paris Saint-Germain pada 2024. Ironisnya, mantan klubnya kini melaju ke semifinal Liga Champions dan akan menghadapi Bayern Munchen.










