Iran Diam-Diam Gunakan Satelit China Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Iran Diam-Diam Gunakan Satelit China Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Terkini | inews | Rabu, 15 April 2026 - 19:48
share

TEHERAN, iNews.id - Iran dilaporkan menggunakan satelit mata-mata buatan China dalam perang melawan Israel dan Amerika Serikat (AS). Satelit tesebut berperan dalam meningkatkan akurasi serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Surat kabar Inggris The Financial Times (FT), mengutip dokumen militer yang bocor, melaporkan satelit TEE-01B milik perusahaan China, Earth Eye, diakuisisi oleh Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada akhir 2024. Satelit tersebut diluncurkan ke luar angkasa dari China.

Para komandan militer Iran mengarahkan satelit tersebut untuk memantau lokasi-lokasi militer AS. Daftar koordinat diberi tanda waktu dan analisis orbit.

Disebutkan, gambar-gambar tersebut diambil pada Maret sebelum dan sesudah serangan drone dan rudal terhadap lokasi-lokasi tersebut.

Satelit menangkap gambar Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 13, 14, dan 15 Maret. Sehari kemudian, 
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pesawat-pesawat AS di pangkalan itu terkena serangan Iran.

Satelit itu juga memantau Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania serta beberapa lokasi di dekat Pangkalan Laut Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, dan bandara Erbil, Irak.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih, Badan Intelijen Pusat (CIA), maupun Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan China juga tak memberikan komentar.

Earth Eye juga belum memberikan tanggapan.

Namun FT melaporkan, Gedung Putih tidak memberikan komentar tentang hubungan Earth Eye dan IRGC.

Sementara itu Kedutaan Besar China di Washington DC menegaskan kepada FT, pihaknya menentang pihak-pihak yang menyebarkan informasi keliru, spekulatif, serta memojokkan China.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan telah mendapat jaminan dari mitranya, Xi Jinping, bahwa China tidak memberikan bantuan militer kepada Iran.

Topik Menarik