Iran Tegaskan Tak Musuhi Negara-Negara Arab, hanya Incar Pangkalan Militer AS
TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan tidak memusuhi negara-negara Arab dan menyebut seluruh operasi militernya selama konflik semata-mata bersifat defensif. Teheran menekankan, target serangan mereka hanya pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat (AS) yang digunakan untuk melancarkan operasi terhadap Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Majid Takht Ravanchi mengatakan, tindakan terhadap wilayah negara Arab tidak boleh diartikan sebagai serangan terhadap negara tersebut. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari strategi pertahanan diri menghadapi tekanan militer.
Dia menegaskan, pendekatan Iran terhadap negara-negara tetangga didasarkan pada kebijakan hubungan baik dan saling menghormati. Karena itu, Iran tidak memiliki niat untuk memperluas konflik dengan negara Arab di kawasan.
Dalam pertemuan dengan para duta besar asing dan perwakilan organisasi internasional di Teheran, belum lama ini, Ravanchi juga menegaskan Iran tetap mengedepankan jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik.
“Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog,” ujarnya.
Namun, dia mengingatkan negosiasi tidak boleh digunakan sebagai dalih untuk menipu atau membuka jalan bagi agresi baru.
Iran juga menolak gencatan senjata yang hanya memberi waktu bagi pihak lawan untuk kembali memperkuat militer. Menurut Ravanchi, skenario tersebut justru berisiko memicu serangan lanjutan.
“Kami tidak menginginkan gencatan senjata yang memungkinkan musuh untuk mempersenjatai diri kembali dan melakukan agresi lagi,” ujarnya.
Tuntut Ganti Rugi
Iran menuntut ganti rugi kepada negara-negara Arab atas kerusakan yang ditimbulkan akibat perang sejak 28 Februari. Negara-negara Arab yang dimaksud adalah Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani, dalam suratnya kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, menuduh negara-negara Arab berperan dalam operasi militer Israel dan AS.
"Mengingat hal tersebut di atas, Kerajaan Bahrain, Kerajaan Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kerajaan Yordania ... harus memberi ganti rugi penuh kepada Republik Islam Iran, termasuk kompensasi atas semua kerusakan materiil dan moril yang diderita akibat dari tindakan mereka yang melanggar hukum internasional," demikian isi surat.
Iravani melanjutkan, negara-negara Arab tersebut bukan hanya menyediakan wilayah untuk agresi terhadap Iran, tapi dalam beberapa kasus terlibat langsung dalam melakukan "serangan bersenjata menargetkan objek sipil" di Iran.
Arab Saudi, Qatar, dan negara Arab lainnya menegaskan tak memberi izin bagi AS maupun Israel menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.










