Polisi Bongkar Makam Aipda Taufik, Ungkap Penyebab Kematian Anggota Polres Bantaeng

Polisi Bongkar Makam Aipda Taufik, Ungkap Penyebab Kematian Anggota Polres Bantaeng

Nasional | inews | Selasa, 14 April 2026 - 16:39
share

BANTAENG, iNews.id - Polisi membongkar makam Aipda Taufik, anggota Polres Banteng yang ditemukan tewas tergantung di gudang dekat rumah pada 25 Maret 2026 lalu. Proses ekshumasi atau pembongkaran makam ini untuk memastikan penyebab pasti kematian anggota Polri tersebut.

Proses ekshumasi dilakukan oleh Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung di lokasi pemakaman di Jalan Bakri, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulsel, Selasa (14/4/2026).

Selama proses berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat di area pemakaman. Garis polisi dipasang untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.

Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo mengatakan, langkah ekshumasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan dari pihak keluarga korban.

“Ekshumasi dan autopsi ini dilakukan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian almarhum, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pihak keluarga,” ujarnya dikutip dari iNews Celebes, Selasa (14/4/2026).

Dia menegaskan, polisi hanya bertugas mengawal jalannya proses agar berjalan aman dan sesuai prosedur.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Gunawang Amin mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kasus tersebut. Dia meminta publik menunggu hasil resmi dari tim forensik.

“Kami harap masyarakat menunggu hasil dari tim forensik. Mereka ahli di bidangnya, dan proses ini akan dilanjutkan sesuai prosedur,” katanya.

Proses ekshumasi dan autopsi berlangsung selama kurang lebih dari 2 jam. Tim forensik mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Dokter forensik Biddokkes Polda Sulsel, dr. Deni, menjelaskan bahwa hasil otopsi belum bisa disimpulkan dalam waktu dekat. Pemeriksaan lanjutan masih diperlukan.

“Hasilnya akan kami serahkan kepada penyidik Polres Bantaeng setelah seluruh sampel diperiksa di laboratorium di Makassar. Estimasi sekitar satu bulan,” ucapnya.

Dia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan jajaran Polres Bantaeng. Pengamanan yang baik membuat proses ekshumasi berjalan lancar tanpa hambatan.

Topik Menarik