Adhi Karya Siapkan Rencana Divestasi, Perkuat Bisnis Inti Jasa Konstruksi
JAKARTA, iNews.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyiapkan rencana divestasi di tengah program penyehatan BUMN Karya yang dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Strategi tersebut sekaligus untuk memperkuat bisnis inti perseroan di bidang jasa konstruksi.
Corporate Secretary ADHI, Rozy Sparta menuturkan, perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas bisnis secara menyeluruh melalui penguatan bisnis inti konstruksi, inovasi proses bisnis, serta perampingan usaha melalui divestasi.
"Langkah ini sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan program transformasi bisnis perseroan yang berkelanjutan," kata Rozy dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Di tengah proses transformasi tersebut, kinerja operasional ADHI disebut tetap menunjukkan ketahanan. Perseroan mencatatkan EBITDA positif sebesar Rp763,8 miliar, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari kegiatan operasional.
Laporan kinerja tersebut, kata Rozy, telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku serta prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.
Untuk memperkuat likuiditas, ADHI menjadikan pencairan piutang dari sejumlah proyek besar sebagai prioritas utama untuk meningkatkan arus kas. Beberapa proyek yang menjadi fokus antara lain LRT Jabodebek dan Tol Aceh-Sigli.
“Realisasi piutang dari proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan arus kas perseroan,” tuturnya.
Selain itu, Adhi Karya juga memiliki pipeline proyek di berbagai segmen infrastruktur dengan fokus pada hilirisasi dan green construction. Sejumlah proyek yang tengah digarap antara lain proyek PUSRI III-B, Coal Handling ICB PTBA, serta PL TMG Tobelo.
Adhi Karya juga terlibat dalam proyek pengelolaan lingkungan di kawasan industri Medan sebagai bagian dari penguatan portofolio berbasis keberlanjutan.
Ke depan, ADHI akan terus memperkuat bisnis inti konstruksi dengan mengedepankan inovasi proses, efisiensi operasional, serta pengembangan proyek-proyek bernilai tambah, termasuk yang berbasis hilirisasi dan green construction.









