Negosiasi Damai Buntu, Israel Bersiap Gempur Iran Lagi

Negosiasi Damai Buntu, Israel Bersiap Gempur Iran Lagi

Terkini | inews | Senin, 13 April 2026 - 03:02
share

TEL AVIV, iNews.id - Israel bersiap melanjutkan perang melawan Iran setelah gagalnya perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS). Perundingan AS-Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan gagal mencapai kesepakatan terkait beberapa isu penting seperti program nuklir dan Selat Hormuz.

Kedua negara masih terikat dengan kesepakatan gencatan senjata selama 2 pekan yang dimulai sejak 7 April waktu Washington DC.

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir memerintahkan persiapan untuk kemungkinan dimulainya kembali serangan militer terhadap Iran

Portal berita Israel Ynet, mengutip beberapa sumber pejabat yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan IDF telah memulai persiapan struktural untuk menggelar operasi baru melawan Iran.

Intelijen militer dilaporkan sedang membuat daftar target serangan, yang akan berfokus pada instalasi militer Iran.

Sementara itu Angkatan Udara Israel mempersiapkan apa yang disebut "paket serangan" meski belum ada keputusan akhir yang telah dibuat.

Wakil Presiden JD Vance yang memimpin delegasi AS mengatakan setelah perundingan, negaranya gagal mencapai kesepakatan dengan Iran dalam negosiasi yang berlangsung 21 jam.
"Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir,  bukan hanya sekarang, bukan hanya 2 tahun dari sekarang, tapi untuk jangka panjang? Kita belum melihatnya. Kita berharap akan melihatnya," kata Vance.

Dia menegaskan AS datang dengan tawaran yang lebih sederhana dan terbaik, namun Iran menolaknya.

"Kami meninggalkan tempat ini dengan tawaran sangat sederhana, metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami," ujarnya.

AS, lanjut dia, telah menjelaskan mana batasan-batasan yang tidak bisa ditawar serta mana area kompromi selama negosiasi tersebut. Bagi AS, senjata nuklir tak bisa ditawar lagi.

"Hal-hal apa yang bersedia kami toleransi dan hal-hal apa yang tidak bisa kami toleransi, dan kami telah menjelaskannya sejelas mungkin. Namun mereka memilih untuk tidak menerima persyaratan kami," ujarnya.

Iran berkali-kali membantah akan mengembangkan senjata nuklir. Para pejabat Iran mendesak AS untuk mengizinkan negaranya melanjutkan program pengayaan uranium untuk tujuan sipil yakni energi, sebagaimana dimiliki negara lain. Iran juga bersedia program nuklirnya diawasi badan internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei menyebut ada dua atau tiga isu yang tidak disepakati kedua pihak.

"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei, usai perundingan.

Dia tak merinci dua isu tersebut, namun menjelaskan perundingan dengan AS berfokus pada Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian akhir konflik di kawasan.

Topik Menarik