Potret Keseruan Lebaran Betawi 2026, Bocah Asyik Baca Buku!

Potret Keseruan Lebaran Betawi 2026, Bocah Asyik Baca Buku!

Travel | inews | Minggu, 12 April 2026 - 18:59
share

JAKARTA, iNews.id - Di tengah keramaian pengunjung berburu jajanan dan tontonan di Lebaran Betawi ke-18, lapak baca justru mencuri perhatian dan dipadati anak-anak bersama orang tua mereka. Seperti apa keseruan di sini?

Fenomena ini menjadi sorotan tersendiri. Di saat minat baca kerap dianggap menurun, terutama di ruang publik, lapak baca yang dihadirkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta ini justru diserbu pengunjung cilik.

Anak-anak tampak asyik memilih buku, membolak-balik halaman, hingga larut dalam cerita yang tersaji di dalam mobil perpustakaan keliling. Tentu saja mereka di bawah pengawasan orang tua.

Salah satu sudut di acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026). (Foto: Niko Prayoga)

Beragam buku mulai dari cerita anak, komik, hingga buku bergambar menjadi favorit. Tak sedikit anak-anak yang membaca sambil bermain dan berlarian di sekitar area, menciptakan suasana literasi yang hidup dan menyenangkan.

Orang tua pun terlihat setia mendampingi, sesekali membantu menjelaskan isi buku atau menunjuk gambar kepada anak-anak mereka.

Salah satu pengunjung, Resti, mengaku awalnya hanya ingin menikmati hiburan di acara tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat melihat keramaian di lapak baca.

"Hiburan sih, tapi pas lihat ada lapak buku ya sekalian mampir," ujarnya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Ia pun memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak anaknya yang masih balita belajar sambil bermain. Menurutnya, buku-buku bergambar yang tersedia di lokasi menjadi daya tarik tersendiri bagi sang anak.

"Anak aku suka eksplor hal-hal baru. Buku bergambar timbul kayak gini dia belum pernah lihat, jadi langsung tertarik," kata dia.

Resti mengaku senang dengan kehadiran lapak baca tersebut. Selain memberikan alternatif kegiatan positif di Lebaran Betawi 2026, ia juga merasa terbantu karena akses ke perpustakaan cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Salah satu sudut di acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026). (Foto: Niko Prayoga)

"Senang ya, karena ke perpustakaan lumayan jauh. Mumpung di sini, jadi bisa sekalian belajar," ungkapnya.

Cerita serupa datang dari Mariana, warga Jakarta Timur, yang datang ke lapak baca justru karena permintaan anaknya. Awalnya ia hanya ingin mengenalkan budaya Betawi, namun rencana itu berubah ketika sang anak melihat deretan buku yang tersedia.

"Pas mau pulang, anaknya sendiri yang minta ke lapak baca," tuturnya.

Mariana menyebut, minat baca anaknya sudah terlihat sejak usia dini. Bahkan, di usia 10 tahun, sang anak terbiasa membaca berbagai jenis buku, mulai dari pelajaran, sejarah hingga agama.

"Dari PAUD dia memang sudah suka baca. Di rumah juga buku dibaca semua," ujarnya.

Menariknya, saat berada di lapak baca, anak Mariana justru lebih tertarik pada buku sejarah Betawi, khususnya tentang kuliner, dibandingkan buku cerita anak pada umumnya.

Melihat antusiasme ini, Mariana berharap lapak baca seperti ini bisa lebih sering dihadirkan di ruang publik, terutama di titik-titik keramaian.

"Kalau bisa sih setiap minggu ada. Soalnya kita jarang banget nemuin tempat baca di ruang terbuka buat anak-anak," katanya.

Kehadiran lapak baca di tengah perayaan budaya seperti Lebaran Betawi menjadi bukti bahwa literasi masih memiliki tempat di hati masyarakat. Bahkan, di tengah gemerlap hiburan dan kuliner, buku tetap mampu menjadi magnet kuat, terutama bagi generasi muda yang haus akan pengetahuan dan pengalaman baru.

Topik Menarik