Iran Bantah Serang Negara-Negara Arab Selama Gencatan Senjata, Tuduh Israel dan AS
TEHERAN, iNews.id - Iran membantah telah menyerang negara-negara Arab menggunakan rudal dan drone setelah kesepakatan gencatan senjata. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington DC, mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang berlaku 2 minggu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan, angkatan bersenjata Iran tidak meluncurkan proyektil ke negara mana pun sejak berlakunya gencatan senjata.
"Angkatan bersenjata Republik Islam Iran belum meluncurkan apa pun, ke negara mana pun, selama gencatan senjata hingga saat ini," bunyi pernyataan IRGC yang dilaporkan kantor berita Fars, dikutip Jumat (10/4/2026).
Menurut IRGC, serangan itu bisa saja dilakukan militer Israel atau AS, bertujuan untuk memojokkan Iran atau mengganggu proses gencatan senjata.
Selain itu, IRGC pasti mengumumkan ke publik setiap serangan yang dilakukan pasukannya.
Setiap serangan militer Iran akan diumumkan secara resmi. Sebaliknya, tindakan yang tidak diumumkan oleh Teheran bukan bagian dari serangannya.
"Setiap tindakan yang tidak termasuk dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada hubungannya dengan kami," demikian isi pernyataan.
AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama 2 minggu, dimediasi oleh Pakistan. Kedua negara menggelar perundingan hari ini untuk membuka jalan menuju penghentian konflik secara permanen.
Meski Islamabad dan Teheran mengatakan gencatan senjata mencakup Lebanon, AS dan Israel membantah hal itu.










