Serangan Brutal Israel Tewaskan 254 Orang di Lebanon, Hizbullah Balas dengan Roket
BEIRUT, iNews.id – Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas hebat. Kelompok pejuang Hizbullah meluncurkan serangan balasan besar-besaran yang menargetkan kapal perang dan barak tentara Zionis Israel di sepanjang perbatasan, Kamis (9/4/2026).
Serangan ini merupakan respons langsung atas agresi udara brutal Israel yang dilaporkan menewaskan ratusan warga sipil dalam kurun waktu singkat.
Pejuang Hizbullah dilaporkan melepaskan rudal ke arah kapal perang Israel yang berada di lepas pantai Lebanon. Tidak hanya di laut, unit artileri Hizbullah juga menghujani posisi pasukan Zionis di perbatasan Lebanon Selatan menggunakan roket dengan daya ledak tinggi.
Di sisi lain, Militer Israel (IDF) merilis video serangan udara besar-besaran ke sejumlah lokasi di Lebanon Selatan. Dalam operasi yang mereka sebut sebagai "Operasi Kegelapan Abadi", IDF mengklaim telah menggempur lebih dari 100 lokasi yang terafiliasi dengan Hizbullah hanya dalam kurun waktu 10 menit.
Rekaman udara menunjukkan gedung-gedung bertingkat di Lebanon Selatan rata dengan tanah akibat bom udara. Pihak Israel mengklaim serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 70 anggota Hizbullah.
Eskalasi kekerasan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Iran. Namun, fakta di lapangan menunjukkan kesepakatan tersebut sangat rapuh.
Menanggapi situasi yang kian tak terkendali, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan kecaman keras. PBB menilai eskalasi kekerasan yang terjadi saat ini sangat membahayakan perdamaian di kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Hizbullah menegaskan bahwa aksi balasan mereka tidak akan berhenti sebelum agresi militer Israel dan sekutunya benar-benar dihentikan. Rudal-rudal perlawanan dilaporkan masih terus menghantam wilayah Israel Utara sebagai bentuk perlawanan atas pelanggaran kedaulatan Lebanon.










