Kronologi Pria Jadi-Jadian Nikahi Gadis di Malang, Ngaku Anak DPR hingga Janji ke Thailand

Kronologi Pria Jadi-Jadian Nikahi Gadis di Malang, Ngaku Anak DPR hingga Janji ke Thailand

Nasional | inews | Kamis, 9 April 2026 - 16:15
share

MALANG, iNews.id - Jagat maya dihebohkan dengan kasus penipuan identitas dalam pernikahan di Kota Malang, Jawa Timur. Intan Anggraeni, warga Kecamatan Blimbing, harus menelan pil pahit setelah pria yang baru menikahinya pada 3 April 2026 ternyata perempuan.

Pernikahan yang dilakukan secara siri tersebut kini berujung pada laporan polisi. Intan merasa tertipu mentah-mentah oleh sosok yang mengaku sebagai pria berkelas tersebut.

Intan menceritakan awal perkenalannya dengan pelaku terjadi pada Februari 2026 di tempat kerja. Hubungan keduanya berkembang cepat hingga akhirnya memutuskan menikah secara siri.

"Kenal awal Februari 2026 di tempat kerja, lalu pacaran dan memutuskan menikah 3 April lalu," katanya, Kamis (9/4/2026).

Selama menjalin hubungan, Intan mengaku tidak menemukan hal mencurigakan dari sosok pelaku yang mengaku bernama Erfastino Reynaldi.

"Selama pacaran gak ada yang mencurigakan sama sekali. Badan dan postur tubuhnya, suaranya seperti laki-laki," katanya.

Pelaku juga mengaku berasal dari Jakarta dan bahkan menyebut dirinya sebagai anak seorang anggota DPR di Makassar.

Terbongkar saat Malam Pertama

Kebenaran baru terungkap saat malam pertama setelah pernikahan berlangsung. "Tahunya pas malam pertama sehabis pernikahan. Dia meyakinkan nanti katanya akan operasi jadi laki-laki," ucapnya.

Mengetahui fakta tersebut, Intan mengaku syok dan tidak langsung berani menceritakan kepada keluarganya. "Pas tahu dia perempuan, aku syok dan kaget. Aku gak berani cerita ke orang tua langsung, baru besoknya," katanya.

Selain janji akan menikah secara resmi, pelaku juga sempat memberikan iming-iming kehidupan mewah kepada korban. Intan menyebut pelaku menjanjikan akan mengajaknya ke Thailand serta menggelar pesta pernikahan di hotel mewah.

Kini, Intan bersama keluarganya telah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota atas dugaan penipuan identitas. "Saya laporkan ke polisi atas dasar penipuan," ucapnya.

Hingga saat ini, keberadaan pelaku belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Topik Menarik