Anthony Leong Maju Ketum HIPMI, Usung Kolaborasi Dorong Pengusaha Naik Kelas
JAKARTA, iNews.id - Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anthony Leong maju menjadi calon Ketua Umum BPP HIPMI. Dia mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat BPP HIPMI sebagai tahap awal pencalonan.
Langkah tersebut menjadi penegasan keseriusan Anthony dalam mengikuti kontestasi kepemimpinan organisasi pengusaha muda terbesar di Tanah Air. Proses pengambilan formulir ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan arah pemikiran strategis yang ingin dibawanya.
Dalam kesempatan itu, Anthony mulai memaparkan gagasan awal terkait penguatan peran HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dia menilai pentingnya keselarasan organisasi dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Bagi saya, HIPMI bukan sekadar organisasi, tetapi harus menjadi bagian dari implementasi Pasal 33 UUD 1945, di mana ekonomi dibangun sebagai usaha bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujar Anthony dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, HIPMI perlu berfungsi sebagai wadah yang mampu mengintegrasikan semangat kebersamaan dalam pembangunan ekonomi. Hal ini menjadi krusial mengingat struktur ekonomi nasional masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar.
Anthony menyoroti peran besar pelaku usaha, khususnya sektor usaha kecil dan menengah, dalam menopang perekonomian. Namun, dia menilai masih terdapat kesenjangan akses yang cukup lebar di berbagai bidang.
“Kita memiliki jutaan pelaku usaha, tetapi tidak semuanya memiliki akses yang sama untuk berkembang. Di sinilah HIPMI harus hadir, membuka akses, memperkuat kolaborasi, dan memastikan lebih banyak pengusaha bisa naik kelas,” jelasnya.
Dia menyebut akses pasar, pembiayaan, dan jaringan bisnis sebagai kendala utama yang perlu segera diatasi. Dalam hal ini, HIPMI diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif bagi pengusaha muda.
Anthony juga menegaskan nilai-nilai dalam Pasal 33 UUD 1945 tetap relevan untuk menjawab dinamika ekonomi saat ini. Prinsip kebersamaan dan keadilan ekonomi dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif.
“Pasal 33 bukan sekadar teks konstitusi, tetapi arah ekonomi bangsa. HIPMI harus menjadi ruang usaha bersama, tempat pengusaha muda tidak berjalan sendiri, tetapi saling menguatkan dan tumbuh dan melaju bersama,” tegasnya.
Dia menilai transformasi peran pengusaha muda perlu dilakukan agar tidak hanya berfokus pada sektor konsumsi. Keterlibatan di sektor-sektor strategis dianggap penting untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan ekonomi nasional.
“Ke depan, pengusaha muda tidak hanya hadir di sektor konsumsi, tetapi juga harus masuk ke sektor strategis yang menentukan masa depan bangsa. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai pelaku ekonomi,” ujarnya.
Anthony mengidentifikasi sektor energi, pangan, dan industri sebagai bidang strategis yang perlu mendapat perhatian serius dari generasi pengusaha muda. Langkah ini diyakini akan memberi dampak jangka panjang bagi pembangunan nasional.
Selain itu, dia mengajak seluruh anggota HIPMI menjadikan organisasi sebagai kekuatan kolektif. Sinergi antaranggota dinilai menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Dia juga mengungkapkan telah mengunjungi 30 provinsi untuk menyerap aspirasi langsung dari para pengusaha muda di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan agar program dan kebijakan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan HIPMI lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika yang ada. Dengan begitu, organisasi dapat berperan lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Ini bukan tentang satu orang, tetapi tentang gerakan bersama. HIPMI harus menjadi penggerak ekonomi yang membawa dampak nyata bagi pengusaha muda dan masyarakat luas. Untuk itu saya sengaja dalam beberapa bulan terakhir terus hadir menyerap apa yang menjadi aspirasi pengusaha muda kita di tanah air," kata dia.
Pengambilan formulir pendaftaran yang dilakukan Anthony ini menjadi sinyal awal menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Persaingan menuju kursi ketua umum diperkirakan akan berlangsung dinamis, seiring munculnya berbagai gagasan untuk memperkuat peran organisasi.
Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Viral Minta Jembatan Tagih MBG dan Bermimpi Jadi Dokter
Dengan visi yang menekankan kolaborasi, inklusivitas, serta penguatan sektor strategis, Anthony membawa narasi perubahan agar HIPMI dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih progresif. Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi para kandidat lain untuk menghadirkan solusi konkret bagi pengusaha muda Indonesia.









